Memungut Sampah, SAE Contohkan Bagaimana Hidup Bersih
Pasangan SAE saat melakukan aksi memungut sampah (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kebersihan itu sebagian dari iman. Hadits ini mengilhami pasangan calon SAE, untuk mengutamakan kebersihan dalam melakukan segala tindakan.

Potensi terjadinya sampah ada pada setiap kegiatan manusia, apalagi bila berada dalam situasi massa. Kegiatan ibadah seperti istighosah juga berpotensi menghasilkan sampah yang berserak di jalan raya dan trotoar.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Klojen dan Bunulrejo, Begini Kata Pedagang!

Persoalan kebersihan adalah tanggung jawab seluruh warga kota, bukan hanya Petugas Kebersihan.

Keteladanan pimpinan instansi, organisasi, partai politik, dan pimpinan pemerintahan ikut menentukan warga hidup bersih.

Oleh karena itu, Sutiaji, Edi Jarwoko, dan para tokoh publik dibelakang mereka, langsung turun langsung memungut sampah koran dan bekas makanan di jalan sekitar panggung utama, usai dilaksanakannya istighosah akbar SAE pada Minggu (29/4).

Memungut Sampah, SAE Contohkan Bagaimana Hidup Bersih
Usai melakukan kegiatan istigosah (Istimewa)
Memungut Sampah, SAE Contohkan Bagaimana Hidup Bersih
Pasangan SAE memungut sampah pasca istigosah (Istimewa)

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengungkapkan, 600 ton sampah dihasilkan masyarakat setiap harinya, termasuk sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat setempat, pabrik, toko, dan rumah tangga.

Baca Juga: Bau Durian di Perpustakaan Ini, Bikin Semua Pengunjung Lari!

Tidak semua sampah ini terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun diolah melalui pengelolaan warga diantaranya dengan pemberdayaan masyarakat melalui daur ulang sampah.

Cara ini dianggap tak hanya mengurangi sampah tapi juga membantu perekonomian warga setempat.

Saat ini Kota Malang memiliki tiga unit Tempat Pembuangan Sampah reduce, reuce and recycle (TPS 3R), yang dikelola masyarakat serta program Bank Sampah yang ikut berkontribusi dalam memilah sampah warga Kota Malang.

Memungut Sampah, SAE Contohkan Bagaimana Hidup Bersih
Saat mengumpulkan sampah (Istimewa)

Baca Juga: Ngilu, Mata Cewek Ini Tertancap Anak Panah Saat Bermain Dart

Selain itu, terdapat 24 Rumah Pilah Kompos Daur ulang (PKD) yang tersebar di sejumlah kelurahan. PKD ini ikut membantu mengurangi sampah yang terbuang di TPA Kota Malang.

“Sangat mudah kita ‘memberi contoh’ bagaimana cara hidup bersih, akan tetapi sungguh tidak mudah kita “menjadi contoh”, ujar Sutiaji sambil memunguti sampah koran dan kardus makanan di jalan yang dilewatinya.


Reporter: Andi Widarta
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...