Malang Tempo Doeloe Hanya Sehari, Benarkah Warga Kecewa?
Malang Tempo Doeloe Kota Malang (ist)

MALANGTODAY.NET – Malang Tempo Doeloe (MTD), gelaran yang memang selalu ditunggu-tunggu oleh warga di Malang ini memang akan segera dilaksanakan pada Minggu, (12/11) esok. Namun karena hanya digelar dalam satu hari saja, tak sedikit warga yang mengungkapkan kekecewaannya.

Salah satunya disampaikan Istiqomah, pelajar salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kota Malang. Karena meski hanya sebagai pengobat rindu, dia menilai jika roh dari MTD itu sendiri kurang digaungkan jika hanya digelar dalam satu hari saja.

“Sebelumnya kan sampai berhari-hari, tapi ini hanya sehari, rasanya gimana gitu,” katanya pada MalangTODAY.net.

Dia pun sempat merasa kaget ketika pertama kali mengetahui pengumuman yang disebar melalui media sosial. Karena selain hanya digelar dalam satu hari, acara juga dilaksanakan di kawasan Simpang Balapan sampai Gereja Ijen saja. Sementara di tahun sebelumnya, gelaran tersebut selalu dilakukan di sepanjang kawasan Idjen Boulevard.

“Rutenya juga sangat pendek ya. Tapi nggak apa juga sih, bisa sebagai pengobat rindu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang membuat gelaran MTD hanya digelar dalam satu hari dan dengan rute yang pendek.

Baca juga: Malang Tempo Doeloe Hadir Lagi! Wajib Berpakaian Jadul, Ker!

Diantaranya dikarenakan memang hanya sebagai pengobat rindu saja. Selain itu juga dikarenakan adanya keluhan dari warga di kawasan Idjen Boulevard yang merasa terganggu jika acara tersebut diselenggarakan dalam kurun waktu yang lebih panjang.

“Kan kasihan juga warga sekitar, mereka sempat merasa keberatan jika dilakukan beberapa hari,” jelas perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Meski begitu, ia pun meminta kepada masyarakat Malang yang merindukan suasana MTD untuk tidak terlalu khawatir. Karena meski berbeda dari tahun sebelumnya, esensi dari festival tersebut masih sama.

Selain itu, lanjutnya, ada banyak kegiatan yang pastinya akan menambah keseruan. Salah satunya pelibatan sekitar tiga ribu pemarut untuk mengedukasi masyarakat terkait manfaat parut dalan dunia kuliner serta kesehatan.

“Dan ada ribuan seniman yang juga terlibat di dalamnya,” pungkasnya. (Pit/Ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda