Penerimaan penghargaan Malang sebagai Kota Cerdas Indonesia (Istimewa)
Penerimaan penghargaan Malang sebagai Kota Cerdas Indonesia (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Awal tahun 2019, Kota Malang mendapat kabar membanggakan. Kota yang terkenal dingin ini dinilai sebagai kota yang berhasil menerapkan konsep smart city. Penghargaan diberikan langsung kepada walikota Malang Drs. Sutiaji oleh Wakil pemimipin umum Kompas, Budiman Tanuredjo pada Rabu (09/01/2018).

Penghargaan tersebut dinilai dari beberapa beberapa kriteria, pendasaran, dan metode yang digunakan. Agar penilaian seimbang, kota dibagi ke dalam empat kategori jumlah penduduk, yakni kota kecil, kota sedang, kota besar dan kota metropolitan.

Metode tersebut berpijak pada Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008, yang berisi tentang Rencana dan Tata Ruang Wilayah Nasional. Penilaian dijabarkan dalam bentuk skor yang dengan rentan 1 sampai 100. Dari skor ini kemudian dipilih 12 kota dan setiap kategori menetapkan peringkat I, II dan III.

Ninuk Mardiana Pambudy selaku Pemimpin Redaksi Harian Kompas mengutarakan bahwa kota merupakan tujuan akhir dari mobilitas manusia. Beliau mengamati bahwa saat ini ada sekitar 50% penduduk Indonesia berdomilisi di perkotaan. “Karena perkembangan ini terjadi secara alamiah, maka perlu ada upaya pengelolahan kota yang baik bagi masyarakat,” pungkas Mardiana di Jakarta.

Indeks Kota Cerdas Indonesia (ICKI) tahun 2018, Kota Malang masuk peringkat III sebagai kota besar setelah Kota Denpasar dan Surakarta. Total skor indeks yang diperoleh sebesar 60,21 dari 6 indikator yakni pemerintahan, ekonomi, lingkungan, masyarakat, kualitas hidup dan pergerakan atau mobilitas penduduk.

Berdasarkan survey dan penilaian, Malang meraih skor tertinggi dari indikator dan dimensi partisipasi masyarakat, kualitas hidup dan lingkungan.

Bagi Sutiaji selaku Walikota Malang, prestasi yang membanggakan ini kemudian menjadi daya yang menggerakan bagi perkembangan kota Malang selanjutnya. Sebab tujuan dari kota cerdas itu supaya pemerintah mampu merespon berbagai aspirasi masyarakat, kemudia mengambil langkah cerdas.

“Kita patut bersyukur atas pertasi ini. Goal dari kota cerdas itu kan keduanya, kota dan masyarakat. Pemerintah harus bisa menangkap aspirasi dari masyarakat dan cerdas menanggapai kehendak masyarakat,” pungkas Sutiaji dalam wawancara.


Penulis: Arbianus Rivaldi
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.