Walikota Malang H. Sutiaji saat meninjau rekayasa lalu lintas di Jalan Jakarta, Jumat (11/1/2018) (ist)
Walikota Malang H. Sutiaji saat meninjau rekayasa lalu lintas di Jalan Jakarta, Jumat (11/1/2018) (ist)

MALANGTODAY.NET – Kunjungan sidak rekayasa lalu lintas yang dipantau Walikota Malang H. Sutiaji kemarin, Jumat (11/1/2019) memunculkan ide alternatif lanjutan bagi yang ingin melintasi Jalan Jakarta.

Alternatif tersebut disampaikan Sutiaji saat melihat masih ada penumpukan kendaraan pada titik temu kendaraan dari arah Jalan Raung menuju Jalan Jakarta.

Baca Juga  Terungkap Sudah, Ini Alasan Sutiaji Berlabuh Pada Demokrat dan Golkar

“Jadi saya minta kendaraan yang dari arah Jalan Bandung yang ingin berbelok ke Jalan Jakarta (depan Bakorwil) tidak bisa langsung, harus masuk ke Jalan Raung menuju timur, nanti berputarnya di Simpang Balapan dulu baru mengarah ke utara kembali, untuk selanjutnya baru bisa belok ke depan Bakorwil. Demikian halnya kendaraan yang dari Jalan Raung bila ingin ke arah barat menuju Jalan Jakarta, tidak bisa langsung crossing, tapi dari Jalan Raung harus belok kiri (arah selatan) menuju Simpang Balapan terlebih dahulu,” jelasnya.

Meski begitu, rekayasa ini masih dalam pantauan. Selain di Jalan Jakarta, kawasan Sawojajar juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Saat ini yang sudah berjalan ada di kawasan Jalan Puntadewa.

“Ini masih mengurai di Sawojajar. Tahun 2019 sudah kita pakai di Puntadewa, di Sulfat juga,” ujar Pak Aji, sapaan akrabnya.

Terkait arus lalu lintas di jalanan Kota Malang, Sutiaji berharap kelancaran mobilitas masyarakat bisa berjalan dengan baik. Maka perbaikan-perbaikan jalan gencar dilakukan dan tidak menutup kemungkinan adanya alternatif jalanan baru.

“Sementara sambil menunggu pelebaran-pelebaran jalan, dan kami sudah menyusun jalan alternatif, tidak menutup kemungkinan kita akan membuka jalan baru, yang nanti rekomendasi dari ahli transportasi. Belum pernah ya itu, meski kita cost-nya tinggi, tapi kita berpikir 25 tahun ke depan. Ini harus kita cari solusinya, kita udah ndak ada akses baru di tengah kota setelah di Soehat itu, tidak ada jalan baru di tengah kota,” jelasnya.

Baca Juga  Ini Kata Sutiaji Tentang Pentingnya Data Base Donor Darah

Pria nomor wahid di Malang ini mencontoh Kota Surabaya sebagai kota metropolis tetapi mampu mengatasi kemacetan.

“Kita lihat Surabaya, kenapa relatif bisa mengurai semua, karena di titik-titik kemacetan dicarikan alternatif jalan. Sehingga connecting antara satu hilir ke hulu, hulu ke hilir orang bisa melalui alternatif itu. Dan itu jadikan panduan bagi saya,” tambahnya.

Bersiap saja bagi masyarakat Kota Malang untuk bisa menikmati berkendara tanpa hambatan. Namun, harus tetap waspada dan mematuhi lalu lintas agar keselamatan tetap terjaga. (BAS/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.