Para Pemantik Diskusi Terbuka RUU Permusikan (Bob)

MALANGTODAY.NET – Musisi Malang Raya menggelar diskusi terbuka mengenai RUU Permusikan diadakan di By Pass Cafe, Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang, Senin (11/2/2019) malam.

Hadir sebagai pembicara yakni para pelaku musik diantarannya Nova Ruth, Samack, Dody Ide, Anwar Batu, Aji Prasetyo, Hengki (Ketua Museum Musik Indonesia), Santoso (Manager Iksan Skuter). Selain itu juga ada perwakilan dari Malang Corruption Watch (MCW), Fauzi.

Dalam diskusi terbuka itu, Nova Ruth mengatakan kalau RUU Permusikan tersebut dibuat dengan merujuk konteks luar negeri. Namun, imbuh Nova, regulasi itu mungkin tidak cocok dengan Indonesia.

“Kalau di sana (luar negeri) mungkin bisa ditanami Strawberry (RUU Permusikan). Tapi yo gak iso yo an lek Strawberry(RUU) di tanam di tanah Indonesia,” ujar Nova.

Sementara itu, tujuan di diskusi kali ini, kata moderator, Ronny Alexandri adalah untuk menentukan sikap musisi Malang raya apakah ingin menolak, setuju, atau merevisi RUU Permusikan. Sebab, imbuhnya, para musisi yang hadir mempunyai sikap yang beragam akan RUU Permusikan.

“Karena ini yang hadir bukan hanya yang menolak tapi yang setuju, atau juga revisi,” ujarnya di hadapan para musisi dan seniman yang hadir.”

Sebab, kata Ronny, RUU Permusikan itu kabarnya akan segera diparipurnakan menjadi Undang-Undang (UU) sebelum pemilu, 17 April mendatang.

“Kita hanya mempunyai waktu tidak kurang dari 2 bulan. Jadi kita bisa mengerecutkan suara dari kawan-kawan malam ini,” paparnya.

Sebelumnya, penjelasan mengenai RUU Permusikan ini telah disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah di tempat karaoke miliknya di Kota Malang pada Jum’at (8/2/2019). Namun musisi Malang Raya ingin ada pertemuan yang lebih besar dan dapat mewakili aspirasi para pelaku musik. (BOB/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.