Mahasiswa Seni Rupa UM Kritik Keserakahan Manusia Melalui Keramik
Salah satu keramik yang dipajang di pameran pendidikan seni rupa di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang (Jazila)

MALANGTODAY.NET – Shella Irvanda Amalia, seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa (PSRU) Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan keramik sebagai media untuk menuangkan segala ekspresi kehidupan.

Selama ini keramik digunakan hanya sebagai pelengkap keindahan dekorasi rumah. Akan tetapi bagi mahasiswa semester 7 ini, dia bisa menuangkan ide kreatifnya menggunakan keramik.

“Karya saya ini bertajuk ‘What you have done‘. Karya saya ini adalah sebagai gambaran bahwa manusia hidup di bumi itu bergantung dengan alam yaitu hewan dan tumbuhan,” jelasnya.

Baca Juga  Empat Partai di Kota Malang Belum Mendaftar ke KPU, Begini Nasibnya

Lebih lanjut, Shella mengatakan bahwa makhluk di atas bumi ini, baik itu manusia hewan maupun tumbuhan, harus hidup berdampingan demi berlangsungnya kehidupan dan keseimbangan alam.

“Mereka saling membutuhkan untuk tetap bisa bertahan hidup,” tambah Shella.

Namun kenyataan yang ada pada saat ini, hubungan antara manusia dan alam yang seharusnya saling menguntungkan justru rusak akibat keserakahan manusia.

“Saya membentuk pohon menyerupai manusia yang sedang menangis, ilusi dari pohon ini saya buat seolah-olah dia menyaksikan manusia yang serakah, serta perusakan alam dan pohon yang kemudian digantikan dengan beton dan gedung,” ucapnya.

Baca Juga  Malang Siap Terapkan Full Day School

Adapun akibat dari alih fungsi lahan dan penebangan hutan secara liar tersebut berdampak pada kehidupan di bumi. Ditandai dengan munculnya berbagai bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor.

“Itu bukti akibat keserakahan manusia, alam akhirnya berkuasa atas manusia,” tegas wanita cantik tersebut.

Hingga Kamis, 20 Desember 2018, karya Shella yang mengkritik keserakahan manusia tersebut masih akan dipajang dalam pameran seni rupa di gedung Sasana Budaya Universitas Negeri Malang bersama dengan karya-karya yang lainnya.


Reporter: Jazilatul Humda
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.