Wacana Macito Berbayar, Hasta Komunika: Biarkan jadi Wisata Gratis
Bus Macito (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Wacana Bus Malang City Tour (Macito) berbayar menuai polemik di kalangan masyarakat. Direktur Hasta Komunika, Muahammad Anas Muttaqin, menegaskan, jika nantinya Macito berbayar merupakan hal yang kurang patut dilakukan. Apalagi, alasannya untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara menarik tiket untuk dimasukkan sebagai retribusi.

“Kalau pertimbangannya hanya PAD, pemerintah saya kira bisa memaksimalkan pada sektor lainnya seperti parkir dan sebagainya yang belum maksimal,” kata Anas.

Ia menambahkan, wacana penarikan tarif bagi penumpang Macito juga tak lepas dari problem etis, karena pemerintah tidak boleh berparadigma terlalu komersial bagi masyarakatnya.

“Biarkan saja Macito menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Kalau dibandingkan dengan kota lainnya akan salah, justru nilai lebih dari kota lain ini ada pada sisi gratis-nya,” bebernya.

Apalagi, lanjut Anas, Bus Macito sendiri bukanlah dibeli dari uang pemerintah, melainkan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga wajar jika pemerintah mengeluarkan anggaran untuk perawatan termasuk pula untuk membeli bensin dan sebagainya.

“Wajar saja itu, perawatan seperti mobil dinas dan sebagainya. Kalau Macito nantinya dikomersilkan, bukan tidak mungkin sepeda udara di Merjosari dan wahana lain di taman juga akan berbayar,” imbuh pria yang juga mantan Ketua Karang Taruna Kota Malang ini.

Ia berharap kepada Pemerintah Kota Malang agar memiliki ‘goodwill’ yang baik sehingga penyediaan bus gratis bagi publik bisa terus dilakukan. “Lagipula kondisi perekonomian serba sulit, sehingga biarkan saja masyarakat tetap memiliki wisata gratis di kota-nya sendiri,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here