Aneka Lilin Hias Lucu Buatan Kelompok Ku Be Bougenvil, Binaan Dinas Perindustrian Kota Malang Yanh Dipamerkan Dalam Festival Mbois 2 (pipit Anggraeni)
Aneka Lilin Hias Lucu Buatan Kelompok Ku Be Bougenvil, Binaan Dinas Perindustrian Kota Malang Yanh Dipamerkan Dalam Festival Mbois 2 (pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Orang zaman dulu, menggunakan lilin untuk menerangi rumahnya saat malam hari. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi, lilin nampaknya hanya digunakan saat listrik mati aja ya guys.

Tak heran, semakin lama para pengusaha pun terus memacu kreativitasnya untuk menarik pasar. Salah satunya dengan menghasilkan produk lawas namun dengan kemasan yang berbeda dan lebih menarik.

Seperti lilin hias karya ibu-ibu binaan dari Dinas Perindustrian ini guys. Mereka yang tergabung dalam kelompok Kube Bougenvil ini menyulap lilin dengan bentuk yang lebih menarik dan bikin ngiler loh. Karena kebanyakan lilin hias yang dibuat berbentuk makanan manis seperti ice cream hingga jelly kemasan.

Tapi selain itu, ternyata ada juga yang bentuknya menggemaskan. Seperti berbentuk bunga mawar salah satunya. Dari kejauhan, lilin hias tersebut tampak seperti makanan asli. Karena warnanya juga sangat menarik, dan bikin ngiler.

Ketua Kube Bougenvil, Indah Sugiarti mengatakan, aneka lilin hias ini memang banyak diburu masyarakat. Terutama untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Karena bentuknya yang sangat menggoda, tak jarang konsumen pun tertarik untuk membelinya.

“Ini terbuat dari parafin, tapi memang lilin biasa bukan aromaterapi,” katanya pada MalangTODAY.net, Minggu (5/11).

Untuk membuat sebuah lilin hias, menurutnya waktu yang digunakan tergantung kesulitan dari jenis dan desain yang akan dibuat. Karena selain menggunakan cetakan, pembuatan lilin juga dibuat tanpa menggunakan peralatan khusus.

“Satu lilin bisa antara setengah sampai satu jam,” tambahnya.

Waktu pembuatan tersebut menurutnya hanya untuk proses pencetakan saja. Karena untuk membuat bahan membutuhkan waktu lumayan panjang. Salah satunya ketika mencairkan parafin dari bentuknya yang padat, dan mengipasnya sampai menjadi setengah gumpalan.

Aneka Lilin Hias Lucu Buatan Kelompok Ku Be Bougenvil, Binaan Dinas Perindustrian Kota Malang Yanh Dipamerkan Di Festival Mbois 2 (pipit Anggraeni)

“Ketika belum terlalu keras baru dibentuk,” beber perempuan berhijab itu.

Dari sekian bentuk lilin hias yang telah dibuat, menurutnya bentuk ice cream merupakan yang paling rumit. Dibutuhkan keuletan dan pewarnaan yang tepat agar lilin berbentuk mirip dengan ice cream yang asli.

“Kalau untuk harga mulai dari Rp 8.500, dan paling mahal Rp 50 ribu,” bebernya lagi.

Sementara untuk pemasaran, menurutnya banyak dilakukan dalam sebuah pameran yang digelar di beberapa tempat. Sejauh ini, respon yang ditunjukkan masyarakat pun sangat bagus dan memuaskan.

“Terkadang juga ada pesanan. Tapi kalau media sosial masih belum,” pungkasnya.(pit/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda