Lewat Petisi, Warga Malang Dukung Hadirnya Transportasi Online
Petisi 'Biarkan moda transportasi berbasis online tetap berjalan di Kota Malang'. @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kota Malang kini telah berbenah diri mulai dari mempercantik taman hingga moda transportasi. Hal ini tentunya bertujuan agar semakin banyak orang yang betah menjajakan kaki di kota terbesar kedua di wilayah Pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung.

Seperti diketahui saat ini Kota Malang telah berkembang pesat dan menjadi kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Gerbangkertosusila. Selain terkenal dengan kuliner dan wisatanya,  Malang dikenal sebagai salah satu kota tujuan pendidikan terkemuka di Indonesia karena banyak universitas dan politeknik negeri maupun swasta yang terkenal hingga seluruh Indonesia dan menjadi salah satu tujuan pendidikan berada di kota ini.

Tak bisa dipungkiri jika setiap tahun kota ini diserbu ratusan ribu  pendatang, terutama para pelajar-mahasiswa yang menuntut ilmu di kota ini. Selebihnya wisatawan yang berkunjung atau singgah.

Volume kendaraan di Kota Pendidikan ini pun semakin padat. Alhasil, banyak orang yang lebih memilih naik kendaraan umum (Angkot) ketimbang membawa kendaraan pribadi. Namun nyatanya angkot berwarna biru khas Kota Malang itu tak cukup untuk menjangkau wilayah Malang.

Para sopir kepung Balai Kota Malang dengan angkutan umum (Pipit Anggraeni)

Dengan hadirnya transportasi online seperti Go-Jek, Grab dan Uber masyarakat merasa terbantu. Moda transportasi berbasis aplikasi itu dinilai sangat membantu dalam mengantar ke tempat tujuan yang tak bisa dijangkau oleh angkot.

Namun kemunculan transportasi online itu menimbulkan polemik dari para sopir angkot. Mereka merasa dirugikan dengan adanya moda transportasi yang dinilai masyarakat nyaman itu. Hingga saat ini polemik tersebut masih berlanjut. Para sopir angkot pun demo menolak hadirnya transportasi online. Mereka meminta agar transportasi online tersebut segera ditutup.

Baca Juga, Angkot Mogok, Anak Hendak Kemoterapi Terpaksa Naik Mobil Satpol

Gejolak yang terus membara itu membuat warga Malang resah hingga akhirnya menulis sebuah petisi ‘Biarkan moda transportasi berbasis online tetap berjalan di Kota Malang’, petisi itu dibuat oleh Tama Tama di change.org dan telah mendapat 2.549 dukungan.

“Semoga petisi ini mampu merubah dan menggugah para pengusaha angkot, taksi konvensinal, Dishub Kota Malang, Organda, dan juga yang paling kami hormati Walikota Malang ‘Abah Anton’ bisa dan dapat menyediakan apa yang kami butuhkan dan kami perlukan. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakatnya dan sebisa mungkin menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Terima kasih,” sebagian isi petisi yang ditunjukan untuk Balaikota Malang, Walikota Malang Abah Anton, Kepala Dishub Kota Malang dan seluruh warga masyarakat Kota Malang dan sekitarnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here