Langgar Aturan, 44 Reklame Diamankan Satpol PP Kota Malang
Puluhan reklame diamankan Satpol PP (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang melakukan penertiban terhadap reklame yang melanggar peraturan. Sebanyak 44 reklame berhasil diturunkan dari sejumlah titik lokasi di kawasan Kota Malang.

Koordinator Lapangan Penertiban Satpol PP Kota Malang, Sugianto mengatakan, penurunan tersebut dilakukan kepada yang tak berizin, waktu izinnya telah habis, dan salah tempat. Sementara kawasan yang disasar adalah Dieng, Galunggung, Tidar, Bondowoso, Ranugrati, dan Sawoajar.

“Paling banyak reklame yang salah tempat, dam berada di daerah Sawojajar,” katanya, Jumat (3/3).

Penertiban terhadap reklame hidup yang salah tempat menururnya masih dilakukan meskipun mereka memiliki izin. Sebab kebanyakan reklame dipasang di daerah terlarang seperti pohon dan tiang-tiang yang memang sangat mengganggu pemandangan dan estetika kawasan kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menambahkan, penertiban dilakukan secara intens. Paling sering dilakukan di malam hari dengan menggunakan armada mobil yang lebih besar.

“Jadi bisa mengangkat leboh banyak sekaligus reklame yang besar-besar,” tambah Dandung.

Sedangkan dipilihnya malam hari dikarenakan sebagai salah satu cara untuk mengantisipasi kemacetan. Sebab jika menggunakan moda transportasi yang lebih besar, ditakutkan akan mengganggu aktivitas masyarakat.

Jumlah reklame yang ditertibkan menurutnya memang selalu banyak. Sebab biasanya, pelaku yang memasang reklame tidak kapok meskipun sudah dicopot dan dilarang.

Dicontohkannya untuk beberapa wilayah seperti Gajayana dan Kalpataru misalnya, yang setelah diamankan di malam hari, keesokan paginya banner serupa sudah muncul lagi. Terkadang, ada beberapa pemasang banner yang baru memasang dan langsung dicopot oleh petugas.

“Kalau ketahuan lagsung kami ingatkan, tapi kan mereka kebanyakan pihak ke tiga dan tidak dibekali surat izin. Jadi tidak tahu titik mana saja yang tidak boleh ditempeli atau dipasang reklame,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here