Lakukan Simulasi Keamanan, Ketua KPU: Tak Perlu Khawatir Logistik Aman
Para pelaku simulasi keamanan logistik Pemilu berfoto bersama @Bob/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang telah menggelar simulasi penjagaan yang melibatkan beberapa institusi seperti Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemadam Kebakaran, pada Kamis (14/02/2019).

Simulasi ini merupakan agenda lanjutan setelah sebelumnya KPU telah menerima logistik berupa surat suara Senin lalu.

Menurut Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin, pelibatan beberapa stakeholder ini bertujuan untuk memastikan surat suara yang ada di gudang KPU dijaga dan diperhatikan oleh pihak terkait. Lebih lagi, untuk keamanan tersbeut bukan tugas institusi yang diketuainya

“Kami ingin terkait surat suara memastikan bahwa seluruh logistik di kota Malang terjaga dengan baik (…) Dan kami libatkan Polri, TNI, dan Pemkot karena secara tupoksi sendiri KPU tidak bertugas untuk keamanan logistik,” kata Zaenudin.

Alumni Institut Teknik Nasional (ITN) Malang tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan simulasi keamanan ini merupakan sosialisasi KPU kepada masyarakat terkait keamanan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April mendatang.

“Terus ini juga menjadi ajang sosialisasi kami agar masyarakat tak perlu kawatir, karena apa logistik yang dibutuhkan kami selalu siap sedia,” papar pria yang hobi membaca buku dan menyanyi ini.

Cegah Potensi Ancaman

Terkait potensi ancaman, Zaenudin menjelaskan bahwa pihaknya tak menemui hal tersebut sejauh ini. Meskipun begitu, KPU selalu mencoba untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Selama ini kami tidak menemui potensi-potensi ancaman. Tetapi kami selalu cegah dini kalau ada hal yang menggangu ketertiban dan keamanan.” terangnya.

Untuk selanjutnya, keamanan di Gudang KPU di JL. Ciujung akan dijaga secara bergantian oleh Polri, TNI, dan Satpol PP.

“Jadi nanti pasca simulasi ini, akan dijaga secara bergantian oleh Polri, TNI, Satpol PP. 6 orang minimal akan selalu berjaga di sini,” papar mantan senat mahasiswa kota Malang tahun 1996 itu.

Terkait surat suara, eks Pemuda Muhammadiyah Lowokwaru itu mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menerima dua jenis surat suara, yakni untuk DPR RI dan Provinsi.

“Masih DPR RI dan Provinsi. Yang lain masih belum tahu. Nunggu pemberitahuan dari percetakan,” jelas Zaenudin.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.