Kurangi Deportasi, ini Upaya Dari Kantor Imigrasi
Kegiatan yang dikakukan kantor imigrasi bersama BNN dan stkeholder terkait di Universitas Brawijaya (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Sepanjang 2016, kantor imigrasi Kelas 1 Malang telah mendeportasi sebanyak 26 orang asing dengan berbagai pelanggaran. Sebagian besar di antaranya merupakan mahasiswa dan dosen yang tersebar di pergurun tinggi yang ada di wilayah Kota Malang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang, Novianto Sulastono mengatakan, alasan utama banyaknya mahasiswa yang dideportasi adalah kurangnya perhatian mereka untuk mengurus surat izin tinggak selama menjadi pelajar di Indonesia.

“Rata-rata mereka over stay, mungkin juga karena masa studi yang molor,” terangnya pada Media, Senin (13/3).

Untuk mengurangi adanya pelanggaran seperti yang terjadi di tahun sebelumnya, lanjut pria yang akrab disapa Toton ini, maka pihak imigrasi pun menggelar program baru.
Dengan menggandeng beberapa stakeholder seperti BNN hingga pemerintah kota, hari ini dilakukan pemeriksaan kelengkapan data dan tes urine bagi mahasiswa dan dosen di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

“Total keseluruhan mahasiswa dan dosen asing di UB ada 160 orang, dan pemeriksaan kali ini hanya mengambil sample hanya 11 orang saja,” tambahnya.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan pihak imigrasi itu lebih difokuskan pada dokumen imigrasi, untuk mengetahui kesesuaian data yang dibutuhkan oleh setiap pelajar asing.

“Tidak ditemukan adanya pelanggaran ta

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here