Kunjungi Malang, Sandiaga Uno Jelaskan Dua Program 'Anti Mainstream'!
Sandiaga Salahuddin Uno saat ditemui di kunjungannya di Kota Malang beberapa waktu lalu @Fajar

MALANGTODAY.NET – Dalam beberapa kesempatan, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, berjanji akan menghapuskan Ujian Nasional (UN). Selain itu, ia juga mewacanakan libur sekolah sebulan penuh jika terpilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Menurutnya, program tersebut rasional dan demi kebaikan masyarakat Indonesia.

“Buat kami, ini suatu ikhtiar untuk perbaikan bangsa. Jadi kami ingin menggarisbawahi bahwa ini bukan tentang Prabowo – Sandi, tapi ini tentang membawa perubahan rakyat Indonesia ke arah mana,” kata Sandiaga saat ditemui di Kota Malang beberapa waktu lalu.

Sandi mengungkapkan bahwa jika ia terpilih nanti, ia akan menghapuskan UN. Menurutnya, standar kelulusan nantinya tak akan mengacu pada hasil UN, melainkan pada minat dan bakat siswa.

“Kami ingin menjanjikan satu kebijakan yang membawa masyarakat menuju adil dan makmur. Akan kita ganti dengan minat dan bakat. Karena kualitas pendidikan Indonesia belum memiliki standar yang sama di berbagai wilayah. Kualitasnya berbeda-beda. Untuk mengembalikan rasa keadilan tersebut, kami tidak ingin UN menjadi standar kelulusan,” jelas cawapres nomor 02 tersebut.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa akan merombak sistem kurikulum pendidikan Indonesia. Dalam perspektifnya, kurikulum yang ada saat ini telah membebani siswa dalam belajar.

“Kami meyakini saat ini kurikulum membebani karena minat belajar sesuai dengan ekonomi digital revolusi 4.0 mengharuskan kita lebih fleksibel. Sehingga perlu pembenahan kurikulum,” jelasnya lebih lanjut.

Libur Sebulan Selama Ramadhan

Ketika ditanya soal rancangan kebijakannya untuk meliburkan siswa saat bulan Ramadhan, Sandi menjelaskan bahwa tim pemenangannya tengah menggodok rancangan tersebut. Ia mengaku terinspirasi oleh Presiden Indonesia keempat, Abdurahman Wahid yang mewajibkan sekolah memberikan libur ke siswa selama Ramadhan.

“Kami sudah menggodok rencana libur sebulan. Libur selama satu bulan ini bukan hal baru. Di zaman Gus Dur sudah pernah dilakukan dan akan digunakan oleh siswa Muslim untuk mengasah budi pekerti dan akhlak karimah. Dan mungkin juga ikut pensatren kilat untuk mengasah kebhinekaan dan toleransi kita dalam bingkai UUD dan Pancasila,” kata Sandi.

Lebih lanjut, Sandi menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang menyusun program serupa untuk siswa non muslim untuk mensukseskan programnya tersebut. Ia menolak anggapan bahwa program pendidikan seperti, penghapusan UN, pergantian kurikulum hingga libur penuh di bulan Ramadhan tersebut hanya untuk mendongkrak suara elektoral saja.

“Silahkan menilai kami, kami melihatnya demi kemajuan sistem pendidikan Indonesia,” tukas Sandi. (FAJ/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.