MALANGTODAY.NET – Setelah memutuskan berhenti menjalani profesinya di jalanan, Aminah kini mulai membuka lembaran baru.

Mantan gepeng (gelandangan pengemis) yang dibina Dinas Sosial Kota Malang itu pada akhirnya memilih membangun usaha kecil (UKM). Ia berkreasi dengan memproduksi kerajinan mawar kresek bersama seorang puterinya.

Meskipun belum banyak dikenal pasar secara luas, namun usaha yang baru dirintis terus mengalami perkembangan. Karena desain yang ia buat sangat rapi dengan pemilihan warna yang cantik, sehingga menarik banyak kalangan.

Dia bercerita, ide mengembangkan usaha dengan bahan dasar kresek itu sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu. Namun karena terkendala biaya, harus menunggu cukup lama hingga akhirnya kini berhasil membuat karya yang sangat bagus.

“Modal awal patungan sama anak, dan dikumpulkan dari sedikit demi sedikit, total ada Rp 500 ribuan,” katanya pada Media, beberapa menit lalu.

Tak hanya menggunakan kresek baru, karyanya itu juga dibuat dari kresek bekas yang disulap menjadi hiasan yang cantik. Warna yang dipilih pun beragam, dari putih, orange, kuning, biru, merah dan pink.

Selain bunga, lanjutnya, daun dari karya hiasan milik dia itu juga dibuat sendiri dari kresek.

Sementara tangkai, sejauh ini masih belum diproduksi sendiri, melainkan pesan dari orang lain.

“Tangkainya ini yang bikin mahal sebenarnya,” tambah ibu tiga anak ini.

Karya indah perempuan 54 tahun ini dijual seharga Rp 40 ribu dan paling mahal Rp 80 ribu. Satu bulan, hasil yang diproduksi tidak pasti.

Begitu juga dengan hasil penjualan, yang selalu berubah. Sebulan biasanya hanya dua bunga saja yang laku terjual.

“Karena memang masih merintis, dan pemasaran ini memang masih menjadi kendala kami,” papar warga Desaku Menanti Kota Malang ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here