Kota Malang Kantongi Penghargaan Sukses Target KB Jangka Panjang
Kota Malang Raih Penghargaan KB MKJB @MalangToday.com/Humas
MALANGTODAY.NET – Kota Malang kembali kantongi penghargaan sebagai Kota Terbaik II dalam pencapaian jumlah peserta Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) tahun 2016 di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Jawa Timur setelah Kota Malang berhasil meningkatkan jumlah akseptor untuk pengguna KB MKJP.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Penny Indriani melalui keterangan tertulisnya mengatakan, upaya meningkatkan akseptor pengguna KB MKJP terus ditingkatkan, dengan menargetkan sebesar 6.203 akseptor tahun ini. Sepanjang 2016, pihaknya sudah melakukan beragam kegiatan agar jumlah akseptor KB MKJP mengalami peningkatan.
“Capaian yang sudah diraih akan ditingkatkan pada tahun depan,” Kata Penny dalam keterangan yang diterima MalangTODAY.net, Jumat (24/2).
Secara intensif, pihaknya melakukan sosialisasi melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada pasangan usia subur (PUS) yang belum ikut program KB untuk menjadi peserta baru. Selain itu, PUS yang sudah ikut KB juga dipertahankan agar tidak drop out.
“Kami juga menyiapkan kontrasepsi gratis yang kita salurkan kepada tempat pelayanan KB,” imbuhnya.
Model pelayanan gratis secara mobile pada saat momen sambung rasa Wali Kota Malang (blusukan), pelayanan KB massal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga pelayanan ke kampung selama ini juga menjadi jurus jitu meningkatkan jumlah akseptor KB MKJP.
“Kami juga mencatat dan melaporkan hasil KB MKJP dan semua metode kontrasepsi dengan cepat dan akurat kepada BKBBN,” tukasnya.
KB MKJP sendiri merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan dalam jangka waktu panjang. Beberapa metode yang dikenal antara lain, spiral atau IUD, implant, medis operasi pria (MOP) atau yang kerap disebut vasektomi serta metode medis operasi wanita (MOW).
Berbeda dengan KB Non MKJP, yang menggunakan pil, suntik dan kondom, metode KB MKJP lebih berkualitas. Terkait hal itu, Penny menjelaskan, jika selama ini model KB Non MKJP yang paling banyak digunakan adalah suntik. Sedangkan untuk KB MKJP saat ini yang banyak digunakan warga adalah model spiral atau IUD dengan jumlah akseptor sebanyak 2.814 orang.
Untuk mencapai target tahun depan, pihaknya terus melakukan melakukan evaluasi program, pertemuan dengan tenaga medis dan berbagai pelatihan. Harapannya jumlah peserta KB MKJP semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here