Pipa PDAM Pecah, Warga Kota Malang Kekurangan Air
Ilustrasi PDAM. (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Beberapa hari terakhir, masyarakat utamanya para pelanggan PDAM Kota Malang dibuat geram. Karena pasokan air bersih yang seharusnya mereka dapat terus berkurang, bahkan tak mengalir sama sekali.

“Sudah semingguan ini air di rumah bude saya nggak ngalir,” curhat salah satu warga, Amanda Agetya tentang kesulitan air yang dialami bibinya di kawasan Perumahan Sawojajar pada MalangTODAY.net, Minggu (5/11).

Perempuan yang akrab disapa Manda ini pun sempat merasa kesal, karena air bersih hanya mengalir dengan debit yang kecil. Bahkan sering mati pada saat dibutuhkan. Padahal, setiap hari kebutuhan air bersih itu selalu digunakan untuk berbagai kegiatan di rumah.

“Nggak tahu itu kenapa kok airnya sering mati,” terangnya.

Tak hanya Manda, kesulitan air bersih juga dirasakan warga Kota Malang di berbagai titik. Seperti Gadang, Arjosari dan Sukun. Permasalahannya sama, debit air yang mengalir ke rumahnya sangat kecil dan sering mati tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu dari PDAM Kota Malang.

Menanggapi keluhan itu, Direktur Teknik PDAM Kota Malang, Teguh Cahyono menyampaikan jika saat ini pasokan air yang berasal dari Sumber Pitu memang tengah dikurangi. Sehingga berimbas pada pengairan air di berbagai daerah kota bagian selatan.

“Yang terimbas hanya di daerah Kota Malang bagian selatan saja,” kata Teguh pada MalangTODAY.net, Minggu (5/10).

Dia pun menyampaikan jika ia tidak mengetahui dengan pasti alasan dikuranginya pasokan air yang ada di kawasan Kabupaten Malang itu. Dia juga tidak dapat memprediksi sampai kapan pengurangan tersebut berlangsung.

“Sudah satu minggu ini pengurangan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Lebih lanjut Teguh mengira, pengurangan tersebut kemungkinan dikarenakan belum terselesaikannya konflik pendistribusian air bersih antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang. Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir, perseteruan tersebut memang santer diperdengarkan. Utamanya terkait perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.

“Mungkin loh ya, karena saya juga nggak tahu,” paparnya.

Selama satu pekan ini, menurutnya pihak PDAM sudah mendistribusikan air bersih ke warga menggunakan Truk Tangki. Sebanyak tiga unit truk digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya yang berada di kawasan kota bagian selatan.

“Dari pagi sampai pagi, kami selalu mendistribusikan air ke warga melalui truk tangki,” jelasnya lagi.

Dia juga menyampaikan, jika masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih akan mendapat fasilitas tersebut. Pelanggan diminta untuk menghubungi pihak PDAM agar perusahaan daerah tersebut dapat segera menindaklanjuti.

“Dan kami juga sudah melakukan pemberitahuan kepada pelanggan sebelumnya,” pungkas Teguh.

Sebelumnya, PDAM Kabupaten Malang sempat meminta agar perjanjian kerjasama tentang air bersih bersama Pemerintah Kota Malang untuk diperbarui. Salah satu titik terberat dalam perjanjian tersebut berkaitan dengan nilai harga air yang dibeli oleh PDAM Kota Malang.

Di mana pihak Kabupaten Malang meminta agar harga yang tertera dalam perjanjian tersebut dinaikkan. Namun sampai saat ini, perjanjian antara ke dua belah pihak masih belum terselesaikan. Ke dua belah pihak juga beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas permasalahan tersebut.(pit/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda