MALANGTODAY.NET – Ketua DPW Nasdem Jawa Timur, Rendra Kresna merasa kecewa dengan sikap yang diambil Ketua DPD Nasdem Kota Malang, yaitu M. Fadly. Seperti diketahui sebelumnya, anggota DPRD Kota Malang itu tak hadir di KPU untuk mengantar pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Malang, Yaqud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi.

Alhasil, dukungan yang sebelumnya telah disampaikan melalui surat rekomendasi yang ditandatangani DPP Nasdem pun dicoret dan dianggap tidak sah. KPU Kota Malang menegaskan jika keputusan yang dibuat tidak bisa diganggu gugat. Terlebih, Fadly tak datang dengan tanpa memberi surat keterangan resmi.

“Yang jelas, saya minta maaf untuk pasangan Nanda dan Wanedi. Karena sikap yang ditunjukkan Ketua DPD Nasdem Kota Malang itu sangat tak mencerminkan sikap kader,” katanya pada wartawan, Kamis (11/10).

Dia juga menegaskan, jika kesalahan yang dilakukan tersebut akan diganjar dengan sebuah sanksi. Bukan tidak mungkin akan berbuntut pada pemecatan sebagai kader Nasdem. Karena menurut Rendra, seorang kader harus menjalankan amanah yang diberikan oleh DPP.

“Apa yang dikatakan DPP, harus dipatuhi kader sampai pada tingkat bawah,” jelasnya.

Lebih lanjut Rendra menambahkan bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti alasan apa yang membuat Fadly hingga tak hadir dalam pendaftaran paslon Nanda dan Wanedi. Namun, apapun alasannya nanti, hal itu harusnya tidak dilakukan.

“Yang dipertanyakan semua pihak, sehingga apapun yang menjadi alasannya tidak boleh melakukan semua itu. Harus gentle, sesuai apa yang diputuskan partai,” tegasnya.

Loading...