MALANGTODAY.NET – Kesenian Bantengan memang telah berkembang di wilayah Malang Raya. Bahkan, hampir disetiap kecamatan memiliki kelompok atau grup kesenian bantengan.

Menurut calon Wali Kota Malang nomer urut 3, Sutiaji, seni Bantengan ini juga berpotensi dikembangkan untuk acara Calendar of Event dan menyambut para wisatawan, sebagaimana tari Pendet di Bali atau tari Gambyong di Solo.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Topan, Pelawak Legendaris Asli Arema

“Karena seni Bantengan ini salah satu kekayaan budaya khas Malang,” ungkapnya saat kunjungan di Pasar Minggu Kampung Pelangi Merjosari, Lowokwaru, Minggu (1/4) kemarin.

Kesenian yang biasa ditampilkan satu grup dengan kesenian kuda lumping ini, lanjut Sutiaji, menggambarkan seekor Banteng yang kesurupan dan lepas kendali, seekor Banteng yang bertarung melawan Macan, serta diperindah dengan beragam Tarian menggunakan topeng Banteng.

“Perilaku Banteng ini terlukis pada relief Candi Jago di Tumpang, Malang. Intinya, seni Bantengan menggambarkan keperkasaan seekor banteng untuk melawan musuh, mempertahankan diri dan hubungan harmonis dengan lingkungan habitatnya,” paparnya.

Tidak hanya itu, kesenian ini biasanya juga dibumbui dengan atraksi pemain kesurupan yang mengejar pemonton, sehingga pertunjukan makin meriah dengan teriakan penonton yang ketakutan. Beberapa perangkat pendukung pentas Bantengan ini diantaranya kendang, angklung, bonangan, dan  jidor.

Baca Juga: Warga Malang Jadi Korban Penipuan Berkedok Panggilan Misterius +242

Perlu diketahui, warga Merjosari dalam kesempatan ini juga memberikan sambutan meriah sebagai ekspresi ikut merayakan hari ulang tahun Kota Malang ke-104, yang sebentar lagi memiliki pemimpin baru melalui proses pilkada bulan Juni mendatang.

Suasana akrab pun juga nampak terasa. Hal ini mengisyaratkan eratnya hubungan emosional antara warga Merjosari dengan Sutiaji, Calon Wali Kota Malang yang maju dalam pilkada 27 Juni 2018.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...