Sandiaga Salahuddin Uno saat menggelar dialog bersama para pemuka agama se-Malang Raya bertempat di Taman Krida di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Malang@Andika Fajar Kurniawan/Mala ngTODAY.net

MALANGTODAY.NET– Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menggelar dialog bersama para pemuka agama se-Malang Raya bertempat di Taman Krida di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Malang, Senin (19/3/2019) petang. Dalam dialog tersebut, sejumlah orang yang mengatasnamakan warga Nahdlatul Ulama (NU) kultural pun turut hadir.

Beberapa warga Nahdatul Ulama yang hadir antara lain, pengasuh Ponpes Sidogiri, Pasuruan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf, cucu pendiri NU, Irfan Yusuf Hasyim dari Ponpes Tebu Ireng, Jombang, mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, serta putra dari Gus Solahudin Wahid, yakni Iqbal Billy Solahudin Wahid.

“Saya baru saja selesai dialog bersama dengan ulama, kyai dan habaib se-Malang Raya. Kami juga mendapat aspirasi untuk membenahi ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Wareg, waras dan wasis. Ini menjadi aspirasi tambahan,” jelas cawapres nomor urut 2 ini.

Selain itu Sandi juga mengaku mendapat masukkan untuk membenahi kondisi perekonomian, kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu ia Sandiaga akan segera membuka Oke Oce Nasional dan rumah untuk anak-anak muda. Tanpa menunggu hari pencoblosan pada 17 April 2019.

“Kami sosialisasikan program kami untuk membuka lapangan kerja baik itu Oke Oce Nasional dan juga banyak yang bertanya, kemarin adalah rumah siap untuk anak muda dan ini sudah dilaunching di Jakarta. Kami juga sudah bicara dengan rekan-rekan di Malang karena kami tidak mau menunggu 17 April atau Oktober,” jelas pria berkacamata ini.

Warga Nahdliyin bebas memilih 

Disisi lain Gus Irfan mengatakan, sebagai warga Nahdliyin dan bagian dari keluarga besar pesantren Tebuireng, tidak ada kewajiban bagi warga nahdliyin untuk memilih capres nomor urut 01 maupun 02. Namun, warga nahdliyin boleh menentukan pilihan politik sesuai pandangan masing-masing.

“Siapa bilang NU semua ke 01, karena tidak ada kewajiban memilih 01 atau 02. Karena warga NU boleh memilih 02 dan boleh tidak memilih 01. Masuk sebagai pendukung, kita telah memasukkan beberapa program kerja untuk pesantren,” jelas cucu dari Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari ini.

Selain itu ketua relawan keumatan Marzuki Alie juga mengatakan bahwa mayoritas syuriah pendiri NU memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Ia juga menegaskan dukungan dari warga Nahdliyin untuk Prabowo-Sandi tidak membawa nama lembaga NU.

“Jadi tidak membawa institusi NU. Boleh tidak memilih 01 boleh memilih 02, tidak ada larangan sama sekali.” kata mantan Ketua DPR RI ini.

Sebelumnya perkumpulan atas nama Ansor Sakera, juga mendeklarasikan pilihannya untuk Cawapres urut 02 Sandiaga Uno. Dukungan ini diberikan ketika Sandiaga kampanye di Jalan Muharto, Kedungkandang, Kota Malang sesaat sebelum menggelar diskusi di taman Krida Malang. (Faj/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.