Ini Dia, Keindahan Kawasan Cagar Budaya Kota Malang yang Ngangenin
kawasan Idjen Boulevard @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kota Malang, memang tak hanya dikenal sebagai Kota Pendidikan. Tapi juga dikenal dengan beragam keindahan cagar budaya yang masih terjaga dan dilestarikan.

Keindahan ini juga lah yang tak jarang membuat turis betah berlama-lama di Malang. Bahkan, orang asli Malang yang merantau ke luar daerah, pasti akan kangen dengan keindahannya.

Ada begitu banyak kawasan yang masih asri dan terus dipertahankan keasliannya, dan semakin cantik dengan beberapa sentuhan yang khas.

Sebut saja kawasan Idjen Boulevard, yang sejak dari zaman Hindia Belanda sampai hari ini, masih dengan penataan yang sama. Tapi sudah ditambah dengan beberapa area pedestrian yanh semakin membuat kawasan perumahan elit itu semakin hijau.

“Untuk jumlah kawasan cagar budaya sangat banyak, dan saat ini masih terus kami data agar dijaga kelestariannya,” terang Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Made Ayu Wahyuni ketika dihubungi MalangTODAY.net melalui jaringan seluler, Jumat (3/3).

Kawasan Idjen Boulevard @MalangTODAY/Istimewa

Selain Ijen, kawasan lain yang tidak kalah menarik juga masih tersebar di Jl. Merbabu dan Kawasan Kayu Tangan, yang sampai sekarang masih banyak berdiri dengan kokoh bangunan khas kolonial.

“Di sana memang kawasan yang harus diperhatikan kelestariannya,” tambah perempuan berambut panjang ini.

Tak hanya perumahan bergaya kolonial, Kota Malang juga masih memperhatikan aneka olahan khas yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda loh. Paling dikenal, Toko Oen, yang menyediakan beragam kudapan nikmat.

Bahkan, desain interiornya pun belum tampak ada perubahan yang signifikan. Mulai dari bangku, etalase roti, dan tulisan khas papan nama selamat datang dengan bahasa Belanda.

So, kalau ke Malang, rasanya wajib melipir ke beberapa kawasan cagar budaya ini ya guys. Karena Kota Malang saat ini juga sudah memiliki Bus Malang City Tour (Macyto) yang juga memasukkan kawasan cagar budaya dalam rute perjalanannya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here