Warga Merjosari Pilih Lokasi Dijadikan Pasar Daripada Rusunawa
Suasana Pasar Merjosari yang lengang @MalangTODAY/Pipit

MALANGTODAY.NET – Sebagian pedagang Pasar Merjosari setuju untuk direlokasi, tetapi beberapa masih ngotot menolak pindah dan memilih tetap bertahan.

Anik Kuswatiningsih, salah satu pedagang kuliner Pasar Merjosari mengaku tidak keberatan Pasar Merjosari dibongkar. Karena memang pasar tersebut sifatnya hanya relokasi dan sudah pasti akan dibongkar.

“Kalau semua pedagang pindah, maka saya pun akan ikut pindah,” katanya, Rabu (5/4).

Menurutnya, Anik saat ini sudah memiliki satu kios di Pasar Terpadu Dinoyo (PTD), seharga Rp 75 juta. Ukurannya pun sama dengan bedak yang ditempati saat ini. Sehingga apabila diminta pindah, sudah siap.

“Tapi sayangnya di sana (PTD) kan sangat sempit, jadi ini menjadi kendala tersendiri,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kata Anik, mayoritas pedagang yang menolak pindah adalah pedagang kaki lima (PKL) yang tak memiliki tempat berdagang. Sedangkan 90 persen pedagang asli Pasar Dinoyo sebelumnya sudah memiliki bedaknya masing-masing.

“PKL pedagang asli Pasar Dinoyo sebelumnya hanya sedikit, dan di Merjosari ini banyak PKL baru,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang ayam Pasar Merjosari, M. Anton mengaku masih keberatan jika harus pindah ke PTD. Sebab menurutnya, lokasi berjualan di sana sangat kecil dan tak sama dengan perjanjian.

“Ukurannya hanya 1,5 meter banding 60 centimeter saja (dua tekel lebarnya), kan cukup untuk sedikit ayam saja,” urainya.

Dia pun berharap, agar Wali Kota Malang meninjau lokasi PTD dan melihat kelayakan dari pasar tersebut. Sehingga tidak hanya meminta pedagang untuk segera pindah.

Sementara sejak tadi pagi, tidak tampak aktivitas jual beli dari pedagang. Sejak pukul 07.00 WIB, pasar sudah ditutup dan pedagang melakukan aksi di depan pasar.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.