Kasus SD Lowokwaru Berakhir Adem Ayem
Suasana SDN 3 Lowokwaru Malang @Pipit

MALANGTODAY.NET – Kasus penyetruman siswa SDN Lowokwaru 3 dengan alat terapi listrik, akhirnya berakhir secara kekeluargaan.

Hal itu setelah adanya kesepakatan damai antara orang tua dari AR dengan Kepala Sekolah.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan MHum, mengungkapkan bahwa kasus ini sudah diselesaikan melalui mediasi semua pihak yang dijembatani oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Sehingga pihak Kepolisian menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Saat ini sudah dihentikan. Kasus itu memang bisa terus dilanjutkan ke jalur hukum jika memang belum ada titik temu dan orang tua dari siswa tersebut membuat laporan. Saat ini laporannya dibuat bahwa proses penyelidikan yang dihentikan,” ungkap Hoiruddin.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan

Atas pemberhentian kasus ini, nantinya juga akan dibuatkan laporkan tertulis kepada pihak Pemerintah Kota Malang. Nantinya Walikota dalam hal ini Abah Anton bisa mempertimbangankan kasus yang melibatkan pegawai negeri sipil itu.

Kepada media, kata Hoiruddin, meski Kepala Sekolah SDN Lowokwaru 3 Tjipto Yuwono sudah mengakui kesalahannya, ia juga menerima sanksi berupa diberhentikan sebagai kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan Kota Malang.

“Kepala Sekolah sudah diberhentikan. Saat ini masih berada dalam pengawasan Dinas,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus penyetruman tersebut terjadi pada 25 April 2017. Korban penyetruman yakni AR, MK, MZ dan MA. Namun hanya orang tua AR saja sempat tidak terima dan melakukan protes ke pihak sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.