Kasus Penjualan Aset Pemkot, Korban Minta Haknya dan Kejari Tidak 'Masuk Angin'
Maria Purbowati (42), korban atas kasus penjualan aset Pemkot Malang@Andika Fajar Kurniawan/MalanGTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Maria Purbowati (42), korban dugaan penipuan dari Leonardo Wibowo Soegio dan Natalia Christiana, berharap aset miliknya senilai Rp 7 miliar segera dikembalikan. Jika tidak, ia berniat melaporkan keduanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kalau mereka mau mengembalikan aset saya, saya tidak akan lanjut ke KPK dan tidak akan meluap-luap ke media,” kata warga Jalan Bareng Kulon Gang VI, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini, beberapa saat lalu.

Baca Juga: Tersangka Penjualan Aset Pemkot Ajukan Penangguhan, Korban Ancam Lapor Jokowi

Seperti diketahui, kedua tersangka tersebut kini telah ditahan atas kasus penjualan aset Pemerintah Kota Malang. Ia pun juga meminta agar Kejaksaan Negeri Kota Malang tetap konsisten dalam mengusut tuntas kasus itu tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

“Saya dengar (kasus) ini Pidsus mau dijadikan Pidum. Kalau itu terjadi, maka sudah bukan lagi kasus Tipikor dan artinya mereka (Kajari) sudah masuk angin,” jelasnya.

Meski begitu, ia masih mempercayai jika penyidik Kejari Kota Malang bekerja dengan baik, seperti akan meminta keterangan dari mantan Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kota Malang, Herman Latif.

“Saya melihat tim penyidik masih benar. Dan sekarang tim penyidik tetap mau BPN dipanggil,” tuturnya.

Diceritakan Maria, aset Ruko di Jalan BS Riadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo (Aset Pemkot Malang) seharga Rp 3 miliar itu diberikan oleh tersangka Chandra sebagai ganti atas sertifikat aset miliknya yang terletak Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).

Baca Juga: Ini Perubahan Sistematika SBMPTN 2019 Mendatang

“Aset saya di Soehat itu harganya Rp 7 miliar. Itu akan dibeli Chandra dan sertifikat saya diminta dengan alasan mau dipecah jadi 2. (Awalnya) saya tidak curiga, tapi kemudian Chandra bilang sertifikat itu hilang dicuri oleh pembantunya hingga ditukar dengan ruko yang akhirnya saya ketahui sebagai aset Pemkot,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Malang saat ini tengah memburu pelaku lain dalam tindak pidana korupsi pelepasan aset Pemkot Kota Malang seluas 346 meter yang kini telah menjadi bangunan ruko.


Reporter: Fajar
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...