Jelang ujian tertulis atau Paper Based Test (PBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Choacing Penjelasan Teknis Kepengawasan.

MALANGTODAY.NET – Jelang ujian tertulis atau Paper Based Test (PBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Choacing Penjelasan Teknis Kepengawasan.

Pembekalan yang dileruntukkan bagi penanggung  jawab lokasi (PJL), wakil penanggung jawab lokasi (WPJL), penanggung jawab ruang (PJR), dan pengawas terkait pelaksanaan PBT ini diikuti oleh 1.500 pengawas. Mereka terdiri atas 1.100 orang pengawas berasal dari internal UM dan 400 orang pengawas dari mitra instansi diluar UM.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima MalangTODAY.net, peserta akan mendapatkan materi choacing yang dibagi dalam lima sesi. Di mana setiap sesi akan diikuti sekitar 300 orang pengawas.

Hadir dalam setiap choacing empat orang narasumber yang terdiri dari Dr. Ibrohim, M.Si., selaku Seksi Pelaksana Ujian, Drs. Andoyo, S.IP., M.M., selaku Sekretaris, Drs. Dwi Haryoto, M.Pd., selaku Sub Seksi Naskah/LJU, dan Dr. Saichudin, M.Kes. selaku Sub Seksi Pengawas. Seluruh nara sumber menjelaskan bagaimana teknis pelaksanaan kepengawasan selama ujian berlangsung.

Dr. Ibrohim menyampaikan, choacing teknis kepengawasan SBMPTN ini telah rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Walupun tiap tahun dilaksanasakan, kegiatan ini harus dilakukan agar seluruh pengawas dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat mengawasi ujian tulis SBMPTN tahun 2017 ini.

“Walaupun choacing kepengawasn sudah sering dilakukan namun kita harus tetap waspada dalam arti pelaksanaan SBMPTN tahun 2017 ini semoga dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa kendala yang berarti. Semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama ujian berlangsung yang dapat mengakibatkan masalah pada Panlok 55 (UIN, UM, UB),” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, ada hal penting yang perlu disampaikan terkait pesan dari ketua Panlok 55 yang tahun ini dijabat oleh Wakil Rektor I UB, bahwa dalam melaksanakan Ujian SBMPTN tahun 2017 ini hendaknya pelayanan yang terbaik untuk selalu diberikan.

“Kita anggap anak-anak yang mengikuti ujian SBMPTN ini adalah anak didik kita, artinya harus kita layani, kita pantau, dan terutama pada saat mengisi identitas,” tambahnya. 

Sebab kesalahan saat mengisi identitas, lanjutnya, dapat berakibat fatal. Tahun ini hasil nilai SBMPTN akan menjadi nilai yang dipertimbangkan dan dijadikan salah satu kriteria dalam penerimaan seleksi jalur Mandiri.

Menurutnya, khusus untuk UM seleksi jalur mandiri akan mempertimbangkan dua nilai yaitu nilai SBMPTN dan nilai hasil ujian tulis jalur mandiri. Sehingga, pelayanan ekstra kepada para peserta dalam hal ini sangatlah penting.

“Bila ada hal yang diragukan dan memerlukan pertimbangan lanjut mohon tidak segan-segan menghubungi kami atau panitia pusat. Kami telah membagikan nomor kontak yang dapat dihubungi sewaktu-waktu bilamana terjadi masalah,” pungkasnya. (tiv)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here