Jelang Pilpres 2019, Masyarakat Perlu Paham Multikulturalisme
Para narasumber dalam seminar menggagas kampanye multikulturalisme di Indonesia (Rosita)

MALANGTODAY.NET – Menjelang Pilpres 2019, masyarakat perlu memahami multikulturalisme. Hal tersebutlah yang melatar belakangi Program Studi Magister (S2) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB) memberikan sumbangsih pemikiran melalui wadah seminar,yang mengusung tema Menggagas Kampanye Multikulturalisme di Indonesia.

“Gagasan kami adalah menawarkan sikap multikultural dalam proses kampanye Pilpres. Sikap ini harus muncul dalam strategi kampanye tim sukses, regulasi-regulasi KPU, penanganan pelanggaran oleh Bawaslu, termasuk bagaimana peran pemberitaan media,” ujar Ketua Panitia, Rachmat Kriyantono, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga: Nama Asli Selebriti Dunia yang Beda Banget Sama Nama Panggungnya

Rachmat Kriyantono menjelaskan bahwa seminar yang dihadiri oleh civitas akademika FISIP UB dan juga perwakilan partai politik di Kota Malang tersebut bertujuan agar gagasan-gagasan yang dihasilkan bisa secara langsung didengar oleh partai politik.

Pria yang merupakan Ketua Program Studi S2 Komunikasi FISIP UB tersebut menjelaskan bahwa sikap multikultural merupakan sikap yang mengakui dan menghargai perbedaan dalam kesederajatan tanpa mereduksi esensi perbedaan itu sendiri.

“Sikap multikultural akan mereduksi kampanye olok-mengolok, menjelekkan, adu domba, dan fitnah. Kampanye akan bisa diarahkan pada diseminasi program, kapabilitas dan rekam jejak capres secara rasional,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kampanye damai yang telah dilaunching pada 23 September 2018 lalu, tidak akan terwujud jika sikap multikultural tidak terinternalisasi dalam para aktor Pilpres, baik capres dan cawapres, tim sukses, regulator, pengawas maupun media.

Baca Juga: 5 Alasan Presiden Jokowi Layak Berikan Amnesti Kepada Baiq Nuril

Doktor Ilmu Komunikasi lulusan ECU Western Australia tersebut menilai bahwa gagasan seminar ini bukanlah sesuatu yang baru, karena multikulturalisme merupakan hal mendasar dari Tuhan.

“Dalam konteks NKRI, keputusan Tuhan ini yang kemudian direpresentasikan dalam Dasar Negara Pancasila. Jadi, Pancasila itu Teori Multikulturalisme Indonesia, kampanye Pilpres semestinya mengacu pada teori ini agar terwujud harmoni,” pungkasnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Swara Mardika

Loading...