Jadi Kampung Wisata, Mensos Minta Desaku Menanti Jadi Wadah Edukasi
Menteri Sosial bersama Wakil Wali Kota Malang ketika mengunjungi Desaku Menanti. (Pipit Anggraeni).

MALANGTODAY.NET – Setelah bertransformasi menjadi kampung wisata, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta agar Desaku Menanti menjadi wadah edukasi.

Pemerintah kota diminta secara intensif membangun format pembelajaran dengan Dinas Pendidikan.

Menurutnya, ketika anak sekolah diajak berwisata dan belajar di Kampung Seribu Topeng tersebut, maka akan saling menguntungkan ke dua belah pihak. Di mana warga setempat dapat memberi ruang pembelajaran serta meningkatkan pendapatan.

“Sementara bagi anak-anak, jelas mereka akan mendapat pembelajaran baru,” kata perempuan berhijab ini ketika melakukan kunjungan ke Desaku Menanti Kota Malang, Minggu (12/3).


Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam membangun desa wisata ini tak lain adalah untuk menuntaskan Indonesia dari anak jalanan dan gepeng. Targetnya, Desember tahun ini Indonesia sudah bebas dari anak jalanan dan gepeng tersebut.

Namun, lanjutnya, program yang digalakkan oleh Kementeruan Sosial ini masih sangat tergantung dengan kesiapan pemerintah daerah. Sebab Pemda yang harus menyiapkan lahan, sedangkan Kemensos bersiap dengan bangunan, jaminan hidup dan usaha ekonomi produktif.

“Untuk menyiapkan lahan, sudah pasti itu tidak mudah,” tambahnya.

Mensos juga menyampaikan, peran aktif pemerintah dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan produktifitas penghuni Desaku Menanti juga sangat diperlukan.

Di antaranya seperti pembinaan secara berlanjut seperti tertib sosial, pola hidup, dan pengayaan lain.

“Di sini, Kemensos hanya bersifat sebagai stimulan saja, dan menempatkan gelandangan di Liponsos tidak terlalu efektif untuk mengurangi angka gelandangan,” pungkas Khofifah.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here