Ini Dia Lima Wisata 'Selfie' Kece Di Kota Malang, Yuk Intip Apa Aja
Jalan Ijen Kota Malang di malam hari. Salah satu kekayaan heritage yang dimiliki Kota Malang @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kota Malang memiliki daya tarik tersendiri di setiap sudutnya, termasuk kawasan sepanjang Jalan Ijen Boulevard. Wilayah Jalan Ijen Boulevard dan sekitarnya merupakan salah satu cagar budaya warisan peninggalan zaman Belanda.

Ruas jalan di tengah Kota Malang tersebut, didesain dengan model kembar yang dipisahkan oleh pembatas berupa taman di bagian tengahnya. Sepanjang ruas jalur tersebut, juga ditanami pohon palem untuk menambah kecantikan yang bisa menarik minat para wisatawan. Pada masa penjajahan Belanda, rumah-rumah yang dibangun di sepanjang jalan tersebut, banyak ditempati oleh pejabat Hindia Belanda.

Inilah Sosok di Balik Kecantikan Jalan Ijen Boulevard yang Bersejarah
Jalan Ijen Boulevard @malangtoday/istimewa

Pada 2015, Wali Kota Malang Moch Anton berkomitmen akan merenovasi dan mempercantik sepanjang Jalan Ijen, termasuk trotoar bagi pejalan kaki. Wali Kota  ingin memanjakan para pejalan kaki di sepanjang jalan tersebut, supaya bisa menikmati bangunan-bangunan kuno dengan santai dan bebas.

Bangunan rumah di kawasan Ijen sendiri memiliki tipe layaknya vila. Perumahan tersebut biasanya hanya terdiri dari satu lantai, dengan langit-langit dan atap yang cukup tinggi, serta curam. Desain tersebut dibuat dengan menyesuaikan suasana Kota Malang yang cukup sejuk dengan curah hujan yang tinggi. Tidak hanya itu, rumah tersebut didesain lengkap dengan tamannya. Bentuk bangunan dengan desain tersebut, masih dapat ditemui pada beberapa rumah di kawasan Ijen, contohnya yang berada di antara Jalan Ijen dan Jalan Pahlawan Trip.

Jalan Ijen tidak akan ada, bahkan secantik sekarang ini tanpa adanya campur tangan dari sosok arsitektur Belanda Ir. Herman Thomas Karsten. Herman mulai merancang jalan Ijen sebagai daerah perumahan mewah bagi banyak pejabat pada masa itu, dengan tetap memperhatikan keindahan, serta konektivitas dengan bagian kota lainnya.

Ir. Herman Thomas Karsten @malangtoday/istimewa

Karsten membangun wilayah tersebut pada 1935 sampai 1960. Karsten dipandang sebagai sosok yang ahli dalam perencanaan kota pada masa Hindia Belanda, terutama terkait desain pemukiman. Konsep Boulevard yakni desain jalan kembar dengan pembatas berupa taman di tengah, pun diterapkannya. Penataan jalan dan akses-akses menuju ruas jalan sekitar seperti Semeru, Kawi, Salak (sekarang jalan Pahlawan Trip) juga tidak luput dari perhatian Karsten, seluruhnya sangat diperhatikan baik dalam keindahan dan kemudahan.

 

Sumber: Diolah dari berbagai sumber.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here