Ini Kata Kadishub Soal Survey Macet Kota Malang Peringkat Empat Asia
Kusnadi, Kadishub Kota Malang @MalangToday.net/yoga

MALANGTODAY.NET – Survey yang dilakukan INRIX, sebuah lembaga survey internasional menyatakan bahwa kemacetan di Kota Malang menduduki peringkat keempat di Asia. Intrix telah melakukan penelitian transportasi dan kemacetan di dunia terhadap 1.064 kota di 38 negara. Survei tersebut bertumpu pada rata-raTa waktu yang dihabiskan oleh pengendara karena kemacetan dalam setahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Kusnadi, menyatakan agar masyarakat tidak mudah mempercayai survey tersebut. Sebaliknya, Kota Malang telah menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Penghargaan itu menjadi bukti bahwa Kota Malang mampu menata transportasi dengan baik.

“Saya tidak percaya adanya survey-survey. Buktinya kita dapat penghargaan WTN,” kata Kadishub Kota Malang, Kusnadi, Senin (27/2).

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Brawijaya (UB), Prof Harnen Sulistio MSc PhD menyatakan bahwa kemacetan di Kota Malang semakin parah. Kondisi itu dipengaruhi luas jalan yang tidak seimbang dengan kendaraan yang terus bertambah.

“Normalnya lebar badan jalan seharusnya 14,2 meter, itu belum termasuk perhitungan bahu jalan. Belum lagi kendaraan yang terus bertambah. Bagaimana tidak macet,” kata Harnen.

Selain itu, adanya tata ruang kota yang buruk juga menjadi salah satu penyebabnya. Seperti banyak didirikannya bangunan-bangunan di Kota Malang yang semakin sulit terbendung.

“Saat ini kan banyak dipenuhi bangunan seperti perumahan. Tapi justru lebar jalan tidak diperhatikan sehingga semakin sempit,” tambah dosen Fakultas Teknik itu.

Sebelumnya Survey Inrix menyatakan, berdasarkan regional Asia di tahun 2016, Bangkok (Thailand) menjadi kota dengan rata-rata waktu paling lama karena kemacetan, yaitu 64,1 jam per tahun. Kemudian disusul Jakarta (Indonesia) dengan lama waktu rata-rata 55 jam dalam setahun.

Posisi ketiga ada Bandung (Indonesia) yang membutuhkan waktu 42,7 jam setahun dan Malang (Indonesia) menghabiskan waktu tidak kurang dari 39,3 jam.

Tidak jauh berbeda, Yogyakarta (Indonesia) pun membutuhkan waktu 39,2 jam per tahun. Dilanjutkan Riyadh (Arab Saudi) 39 jam, Medan (Indonesia) 36,7 jam, Lat Krabang (Thailand) 33,3 jam, Surabaya (Indonesia) 32,3 jam, dan Semarang (Indonesia) 32,1 jam.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here