Atfiah El Zam Zami, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kota Malang @sem

MALANGTODAY.NET – Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan. Begitulah ungkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dalam video kampanye untuk mengonsumsi ikan secara nasional yang diunggah di media sosial.

Melihat kampanye yang dilakukan oleh pimpinannya, Kepala Bidang Perikanan Kota Malang Dra. Atfiah El Zam Zami, MM dengan cepat melakukan terobosan baru dalam meningkatkan gemar makan ikan di Kota Bunga ini.

Saat ditemui oleh MalangTODAY, ia mengatakan bahwa ada beberapa perubahan besar yang dilakukan oleh pihaknya sejak beberapa bulan lalu.

“Untuk tahun ini, pertama kalinya kami mengadakan pemilihan Putra-Putri Gemar Makan Ikan (Gemarikan) sekaligus pemilihan menyelenggarakan duta pangan,” kata Atfiah, Sabtu (12/8).

Putra-putri Gemarikan ini, menurutnya akan menjadi corong atau garda terdepan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, khususnya bidang perikanan dalam mensosialisasikan kepada anak-anak agar gemar mengkonsumsi ikan.

“Nanti putra-putri Gemarikan yang terpilih akan membantu kita dalam mensosialisasikan gemar makan ikan kepada siswa-siswi baik ditingkat SD maupun SMP,” ujarnya menambahkan putra-putri Gemarikan adalah anak-anak SD ataupun SMP yang terpilih.

Tak lupa juga ia menyampaikan bahwa pada 16 Agustus mendatang, bidang perikanan akan melakukan sosialisasi tentang gemar makan ikan di SMPN 5 Malang.

“Jadi ini sebenarnya strategi kita yang baru, berupaya untuk mensosialisasikan gemar makan ikan di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Kita targetnya anak-anak karena mereka lebih mudah menerima, dibandingkan orang dewasa,” lanjutnya lagi.

“Kita juga membuat komik tentang ikan, sehingga kecintaan anak terhadap ikan semakin tinggi,” katanya.

Tidak hanya itu saja, ia juga menambahkan bahwa dalam meningkatkan gemar makan ikan di kalangan masyarakat luas, pihaknya membentuk kelompok yang disebut dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengelolahan dan Pemasaran (Polaksar).

“Jadi kita berikan bimbingan kepada kelompok yang kita bentuk, Polaksar dan Pokdakan untuk bagaimana mengolah ikan dengan baik, misal kalau lele bisa dibuat dawet, ataupun olahan ikan lainnya. Jadi tidak monoton harus ikan bakar saja,” katanya.

Terobosan lainnya yang dilakukan oleh Atfiah adalah mengadakan kuliner ikan. “Kita juga lakukan kuliner ikan, biasanya dilakukan di Swalayan Ikan, Jalan Sarangan no. 29 Malang,” tuturnya dengan nada ajakan.(sem/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here