Ini Pesan Sutiaji Saat Hadiri Halal Bihalal Bersama Majelis Tahlil NU Talun Kulon
Kegiatan Sutiaji dalam acara Halal Bihalal Bersama Majelis Tahlil NU Talun Kulon (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Masih dalam hangatnya suasana lebaran, calon walikota Malang nomor urut tiga, H. Sutiaji tak henti-hentinya mendekatkan diri dengan masyarakat dengan berbagai cara postif.

Seperti yang dilakukan H. Sutiaji beberapa waktu lalu dengan menghadiri acara Halal bihalal Majelis Tahlil Nahdlatul Ulama Ranting Talun Kulon sekaligus memperingati meninggalnya Abah H. Anwar berlangsung malam ini di Rumah Ibu Hj. Aminah Anwar yang beralamat di Jl. KH. Hasyim Asy’ari gang 2 No.1315, RT1 RW5, Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Baca Juga: Wejangan SBY untuk Masyarakat, Jangan Memilih Pemimpin Karena Iming-Iming

Acara Halal bihalal diawali dengan pembacaan tahlil bersama oleh sekitar seratus orang warga sekitar dan H. Sutiaji.

Pada kesempatan ini H. Sutiaji menegaskan jika bacaan alhamdulillah untuk menegaskan bahwa manusia tidak pantas gila pujian. Manusia tidak boleh sombong atas harta karena harta itu titipan, jangan sombong atas kepintaran karena kepintaran itu titipan, jangan sombong karena jabatan karena jabatan itu titipan.

H.Sutiaji melanjutkan, puasa itu mendidik kita bahwa ruhnya amal itu adalah rasa ikhlas. Diakhir puasa kemarin saya menajamkan pemahaman, manusia itu ajine soko nyowo, artinya kehormatan seseorang itu ada pada ruhnya, bukan pada raganya, karena raga itu tidak abadi, yang abadi adalah ruh.

Peringatan H.Sutiaji yang dikenal sebagai santri dan da’i merujuk pada realitas sehari-hari seeorang  lebih ngaboti (mengutamakan) kebutuhan raga daripada kebutuhan ruh.

“Ayo ditata agar kita bisa menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat. Manusia pada dasarnya merugi kecuali dia beriman pada Allah SWT”, ujar H. Sutiaji beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Demi Piala Dunia, Rusia Terpaksa ‘Singkirkan’ Para Hooligan

Pada bagian akhir sambutannya, Sutiaji berpesan, “Sekarang  banyak fitnah yang disebarkan melalui handphone, maka jangan mudah men-share informasi yang tidak jelas kebenarannya. Handphone ini adalah alat, fungsikan dengan bijak”, pesannya.

Kedekatan H.Sutiaji dengan warga nampak dalam beragam kegiatan sosial sehingga salah seorang tokoh ulama Nahdlatul Ulama, KH. Marzuki Mustamar dari Gasek pernah mengatakan, rasanya warga Kota Malang akan bersyukur dan senang apabila memiliki wali kota yang bisa menjadi khatib dan imam  sholat Idul Fitri, Idul Adha, dan sholat Jumat.


Reporter: Andi Widarta
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...