Ini Alasan Mengapa Pengurus Gerindra Mudur Jelang Pilwali Malang 2018
Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Subandi (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Pengusung pasangan nomor urut 2  H. Anton-Syamsul Mahmud, tak solid lagi. Setelah sebelumnya Partai Perindo menarik diri, kini salah satu pengusungnya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Malang diterpa ketidaksolidan internal menjelang pesta demokrasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018.

Sekretaris DPC Gerindra, Salamat masih ditahan KPK kini wakil ketuanya Subandi pamitan undur diri dari kepengurusan dan anggota partai yang dibesut Prabowo Subianto itu.

Baca Juga: Ingat! Sebelum Nyoblos di TPS, Perhatikan 5 Hal Ini Ya!

Bandi mengaku kecewa dengan keputusan Gerindra Kota Malang yang telah mengusung pasangan Anton-Syamsul.

“Kita harus realistis, untuk membesarkan partai harus serius. Sebagai partai yang mendorong penyelengara pemerintah bebas korupsi masak kita di bawah dipaksa untuk mendukung orang yang sedang di tahan KPK,”tandas Subandi beberapa saat lalu.

Karena itu pihaknya tidak mungkin memaksakan diri untuk mendukung calon wali kota yang berurusan dengan KPK. Apalagi persoalan ini sudah pernah disampaikan kepada pengurus DPC Partai Gerindra.

“Ini bentuk proses saya, seharusnya DPP mempertimbangkan, karena yang tahu soal lapangan adalah kita yang setiap hari di Malang,”tambahnya.

Kalau dipaksa memilih orang yang terciduk KPK, ini jelas tidak bisa. Pihaknya ingin memiliki Wali Kota yang bersih dan pasangan yang masih utuh, bukan pasangan calon Wali Kota yang sedang ditahan KPK.

Baca Juga: Peringatan Bagi Pecinta Pedas, Awas Kehilangan Kepekaan Rasa!

Apalagi dia menilai kepengurusan DPC Gerindra dibawah kepemimpinan Moreno Suprapto juga tidak beres, dan juga sedang dalam proses laporan pihak berwajib karena pemalsuan data.

Selanjutnya ia mengaku, telah bergabung ke Partai Perindo. Pilihan ini menurut dia sangat realistis. Perindo mendukung pasangan calon wali kota yang masih lengkap yakni nomor urut 3 Sutiaji dan Sofyan Edi.


Reporter: Andi Widarta
Editor   : Endra Kurniawan

Loading...