Puluhan Massa GMNI Cabang Malang gelar aksi di halaman Gedung DPRD Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Puluhan massa GMNI Cabang Malang Komisariat Univeraitas Kanjuruhan pagi ini meluruk gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut, agar pendidikan di Indonesia dapat lebih merata dan dapat dinikmati banyak kalangan.

Koordinator Aksi, Hendiardus Ardianyo mengatakan, kondisi pendidikan Indonesja saat ini sedang mengalami problematika yang luar biasa. Bahkan pendidikan bangsa ini dipandang hanya menciptakan calon buruh saja.

“Pelajar didik untuk menjadi buruh, ini problematika yang sangat luar biasa,” katanya pada Wartawan, Selasa (2/5).

Dalam aksi ini, lanjutnya, GMNI menuntut sembilan poin. Pertama, lembaga legislatif diminta untuk segera nerevisi kembali UU Nomor 20 Tahun 2003 dan berlandaskan pada UUD 1945 pada pasal 31. Kedua, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan dan kinerja guru demi menunjang mutu pendidikan Indonesia.

Selanjutnya poin ke tiga, memberi ruang kepada guru dalam mengambil kebijakan pada ranah pendidikan. Keempat, mengaktigkan kembali UKM yang difasilitasi negara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Paling penting, kami menuntut agat akses pendidikan lebih didekatkan kepasa masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan, agat biaya pendidikan di Indonesia lebih ditekan lagi dan lebih memperjelas realisasi APBD dan APBN sebesar 20 persen untuk dunia pendidikan. Selain itu, penerintah juga dituntut meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan sarana dan prasarana dw seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, memperketat fungsi pengawasan dalam sektor pendidikan juga tak kalah penting untuk lebih diperhatikan. Terakhir, mereka juga menuntut agat pemerintah konsisten dalam menetapkan kurikulum nasional dan tidak boleh menjadikan pendidikan sebagai proyek dalam mendapat keuntungan bagi perorangan ataupun golongan.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here