alkshow Kependidikan yang diselenggarakan di Polsek Malang Kota (Humas Kota Malang for MalangToday.net)

MALANGTODAY.NET – Kasus dugaan penyetruman oleh Kepala Sekolah SDN 3 Lowokwaru terhadap ke empat siswanya masih menjadi perhatian khusus. Forum pemimpin Kota Malang pun sampai hari ini terus mencari solusi yang tepat untuk mencari jalan keluarnya.

Bahkan hari inj, talkshow bertajuk Pola Pembinaan Dalam Pendidikan Formal pun sengaja digelar dengan menghadirkan Wakil Walikota Malang, Sutiaji, Kapolresta Malang Kota,  Hoiruddin Hasibuan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang,  Zubaidah.

Melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTODAY.net, Sutiaji menyampaikan, paradigma pendidikan saat ini tidak bisa disamakan dengan paradigma pendidikan masa lalu. Anak itu ibarat tanaman yang memiliki berbagai potensi. Sementara guru sebagai tenaga pendidik hanya berperan sebagai media dan fasilitator yang akan membimbing mereka.

“Kota Malang merupakan kota yang memiliki predikat sebagai kota layak anak, sehingga saya berkeyakinan bahwa anak akan tetap mendapatkan hak nya dan menjadi prioritas dalam segala pembangunan yang ada,” katanya, Rabu (10/5).

Dia pun menyampaikan, sejak awal kasus yang terjadi tersebut sudah dikatakan adalah suatu pelanggaran. Bukan hanya pelanggaran berupa kekerasan secara fisik namun juga kekerasan psikologis. Karena pada dasarnya, anak yang hanya dengan mendengar kata listrik atau setrum saja, akan memiliki tingkat traumatis yang cukup tinggi.

“Setelah ini,  saya juga berharap agar orang tua murid turut memantau segala aktivitas pembelajaran di sekolah,  utamanya juga terkait media apa saja yang digunakan untuk belajar. Hal tersebut diharapkan dapat dipantau sejak proses penerimaan siswa baru,” terang pria berkacamata itu.

Dia pun berharap, agar kasus tersebut dapat segera diselesaikan secara baik-baik dengan tetap menggunakan kearifan lokal yang dimiliki Kota Malang.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here