Go-Jek dan Organda Kompak Tolak Kesepakatan Zonasi, Kok Bisa?
Ilustrasi Go-Jek @MalangTODAY.net/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Keputusan final yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara pengemudi transportasi online dan transportasi konvensional pada 27 Februari lalu ternyata ditolak mentah-mentah oleh Organda dan driver Go-Jek Malang. Masing-masing dari mereka memiliki pertimbangan dan versi yang berbeda.

Tapi keduanya sepakat, bahwa kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya itu tidak berdasarkan kesepakatan bersama. Alias hanya dibuat oleh segelintir orang saja yang berdampak merugikan Go-Jek maupun sopir angkutan umum.

“Keputusan zonasi seperti yang diberitakan nedia itu tidak sah, karena kami tak dilibatkan sama sekali,” tegas Perwakilan Driver Go-Jek Malang, Ugik kepada MalangTODAY.net melalui jaringan seluler, belum lama ini.

Menurutnya, kesepakatan tersebut tidak bisa hanya dibuat oleh segelintir pihak saja. Dia pun merasa keberatan, dengan suara yang dibuat oleh Paguyuban Transportasi Online Malang (TOM) sebagai perwakilan pengemudi angkutan berbasis online.

“Yang melegalkan mereka sebagai perwakilan kami dari online itu siapa. Sekali lagi saya tegaskan, keputusan itu sangat tidak benar,” tambahnya.

Sehingga, lanjutnya, langkah yang akan diambil para driver Go-Jek saat ini adalah melakukan musyawarah bersama dan berencana untuk dapat bertemu langsung dengan beberapa pihak terkait. Termasuk Dinas Perhubungan Kota Malang untuk mencari tahu kejelasannya.

“Kami juga mau klarifikasi dengan media, untuk meluruskan semua,” urai Ugik.

Sementara itu, perwakilan jalur angkutan umum, Eddy memaparkan, zonasi yang dibuat itu tidak bisa dibenarkan. Sebab sejak awal, pihak angkutan umum meminta agar transportasi berbasis online tersebut dinonaktifkan.

“Tapi nyatanya, sampai sekarang mereka masih saja beroperasi,” jelasnya.

Di sisi lain, dalam keputusan yang telah diperoleh sebelumnya terdapat beberapa kesepakatan. Diantaranya zonasi oleh dua belah pihak terkait area dan wilayah yanh boleh dan tidak boleh dilewati.

Beberapa wilayah yang tidak noleh dilewati dalam kesepakatan tersebut adalah stasiun, mall, perhotelan, terminal, tempat hiburan, pasar, rumah sakit, jalur yang dilalui angkutan kota.

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here