Antisipasi Kerawanan pada saat pemilu Polres Kota Malang adakan peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Simpang Balapan Kota Malang @Arbi
Antisipasi Kerawanan pada saat pemilu Polres Kota Malang adakan peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Simpang Balapan Kota Malang @Arbi

MALANG TODAY.NET – Dalam rangka menjaga stabilitas selama proses Pemilu 17 April 2019, Polres Malang Kota (Makota) adakan peragaan Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) di Simpang Balapan Kota Malang, Kamis, (12/04/2019). Peragaan ini demi mengantisipasi adanya tindakan yang tak diinginkan selama Pemilu terutama di dekat posko kemenangan Pilpres dan Rumah Caleg.

Hal itu disampaikan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri usai gelar Sispamkota. Dijeskannya antisipasi potensi kerawanan akan lebih diprioritaslan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berdekatan dengan posko kemenangan atau pun rumah-rumah Calon Legislatif (Caleg).

“Titik-titik kerawanan yang akan dipantau adalah nantinya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berdekatan dengan posko kemenangan atau pun rumah-rumah Caleg. Ini kita anggap agak rawan. Tapi tidak rawan sekali, agak rawan tapi tetap kita pantau dan kita selalu komunikasikan dengan Bawaslu. Sehingga nanti pada saat pencoblosan tim dari Bawaslu ini juga ikut mengawasi di TPS, termasuk di TPS-TPS yang ada posko kemenangan atau pun rumah caleg,” ungkapnya.

Sebagai antisipasi potensi kerusuhan, sambungnya pagi ini Polres Malang Kota gelar Sispamkota dengan harapan pada saat pencoblosan ataupun selesai pencoblosan aktivitas Pemilu berjalan dengan aman dan kondusif. Baginya meskipun tidak ada daftar titik paling rawan selama proses pemilu, namun tidak berarti menganggap remeh bahwa semua akan berjalan sesuai yang kita inginkan.

“Peragaan ini adalah suatu langkah untuk melakukan antisipasi terkait dengan kemungkinan hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Pengamanan Personil

Terkait kekuatan yang akan digerakkan pada saat Pemilu, Asfuri mengungkapan bahwa akan menerjunkan 826 personil Polri, 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK), TNI, Linmas yang melekat di TPS-TPS dan bantuan dari Satpol PP maupun elemen lainnya yang membantu secara swakarsa.

“Kerawanan-kerawanan yang dimungkinkan terjadi di TPS misalnya seperti masyarakat yang datang ternyata tidak memiliki A5, kemudian ada dari TPS tersebut petugas TPS tidak bisa menjelaskan atau seperti apa. Ini yang tetap kita antisipasi. Tentunya kita dengan melaksanakan peragaan tadi kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami semuanya TNI-POLRI dibantu dengan masyarakat siap untuk pemilu 2019,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih dengan mendatangi TPS pada 17 April 2019.

“Karena suara atau hak pilih dari masyarakat yang hadir sangat menentukan pemimpin bangsa Indonesia,” tambahnya. (Arb/Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.