Ini Dia, Sederet Fakta Penyidikan KPK di Kota Malang
Taman Tugu Malang (Endra)

MALANGTODAY.NET – Proses penyidikan kasus tindak pidana korupsi di Kota Malang oleh lembaga antirasuah masih terus berjalan sampai sekarang. Berikut beberapa fakta dibalik proses penyidikan yang masih berlangsung di kota pendidikan ini.

  1. Dimulai dengan penggeledahan
Penggeledahan dan Penyegelan di Pemkot Malang, KPK Pastikan Ada Tersangka
KPK segel ruangan wali kota dan sekda Kota Malang (Pipit Anggraeni)

Penggeledahan di lingkungan kerja Pemerintah Kota Malang sudah berlangsung sejak awal Agustus 2017. Beberapa gedung pemerintahan hingga rumah pribadi dan rumah dinas dari pejabat pemerintah kota dan rekanan kerja pun menjadi sasaran. Diantaranya Balaikota Malang, Gedung DPRD Kota Malang, kantor Dinas PUPR, rumah dinas dan rumah pribadi Walikota Malang, M. Anton, rumah dinas Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono, hingga rumah pribadi Kepala Dinas PUPR tahun 2015, Jarot Edy Sulistyono.

  1. ‎Menetapkan tiga orang tersangka
Didampingi Kuasa Hukum, Arief Penuhi Panggilan KPK
Arief Wicaksono (Pipit)

Pasca melakukan penggeledahan di beberapa titik secara maraton, mulai pagi hingga tengah malam, KPK akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dua perkara tindak pidana korupsi. Ketiganya adalah mantan Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono, Kepala Dinas PUPR tahun 2015, Jarot Edy Sulistyono, dan komisaris PT ENK, Hendrawan Maruzaman (HM).

  1. ‎‎Ada indikasi dua kasus korupsi
Jadi Tersangka, Eddy Rumpoko dalam Bayang-bayang 20 Tahun Penjara
Ilustrasi koruptor tertangkap KPK@MalangTODAY

Kasus yang menyeret tiga orang nama itu diduga berkaitan dengan dua tindak korupsi. Pertama berkaitan dengan APBD perubahan Pemerintah Kota Malang tahun 2015 yang melibatkan M. Arief Wicaksono (MAW) dan Jarot Edy Sulustiyono (JES). Sedangkan kasus ke dua berkaitan dengan penganggaran kembali proyek pembangunan jembatan Kedungkandang dalam APBD tahun anggaran 2016 pada 2015. Perkara tersebut melibatkan MAW dan HM.

  1. KPK sita sejumlah uang dan dokumen
Petaka Jembatan Kedungkandang, Cita-Cita Masyarakat yang Tertunda
Ilustrasi KPK@MalangTODAY

Dalam penanganan kasus korupsi yang terjadi di kota yang juga berjuluk sebagai kota kembang ini, lembaga antirasuah itu juga sempat menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya uang senilai ratusan juta rupiah dalam beberapa pecahan, dokumen APBDP 2015, notes pribadi staff Pemkot Malang, hingga benda elektronik seperti handphone pribadi beberapa pejabat Pemkot Malang, tanpa kecuali milik Wali kota Malang, M. Anton.

  1. Proses penyelidikan berlangsung sejak 2015
OTT di Jawa Timur, KPK Sergap Walikota Batu?
Ilustrasi OTT KPK (Istimewa)

KPK melalui juru bicaranya, Febri Diansyah sempat menyebutkan jika beberapa anggota DPRD Kota Malang dan pejabat di Pemerintah Kota Malang pernah dipanggil sebagai saksi sejak tahun 2015 dan 2016. Beberapa nama dipanggil langsung ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan. Baru pada Agustus 2017, proses penggeledahan dilakukan langsung di Kota Malang. Penyelidikan tersebut menunjukkan, Malang sudah diincar sejak lama.

  1. ‎Pemeriksaan saksi di Kota Malang berlangsung dua kali
Ini Jawaban Mengejutkan Wakil I DPRD Kota Malang Usai Disidik KPK
Wakil Ketua I DPRD Kota Malang, HM. Zainuddin usai menjalani pemeriksaan KPK (Pipit Anggraeni)

Selain memanggil para saksi langsung ke Jakarta dalam beberapa kali kesempatan, baik sebelum atau sesudah menetapkan tersangka, KPK juga melakukan pemeriksaan saksi di Kota Malang. Sejak melakukan penggeledahan, terhitung lembaga antirasuah itu sudah dua kali menjalankan pemeriksaan langsung di Kota Malang. Tepatnya sejak pertengahan Agustus lalu dan pertengahan Oktober ini. Di mana dalam proses ke dua ini, pemeriksaan terhadap para saksi masih berlangsung di Aula Polres Malang Kota sampai beberapa hari ke depan.

  1. Tersangka masih beraktivitas normal
Sejumlah Uang Diamankan KPK dari OTT Bengkulu
Ilustrasi penggeledahan @MalangTODAY

Para tersangka yang telah ditetapkan oleh KPK sampai saat ini masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Baik sebagai anggota DPRD Kota Malang ataupun pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Alasan belum ditahannya tersangka menurut Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha dikarenakan tim penyidik masih mencari barang bukti baru. Karena kasus yang ditangani ada dua, dan berbeda dengan OTT yang langsung berhadapan dengan barang bukti.

  1. ‎KPK duga ada indikasi bagi-bagi uang
Pasca Penetapan Tersangka, Wali Kota Cilegon di Tahan KPK
Ilustrasi KPK @MalangTODAY

Dalam proses penyidikan, KPK menduga ada indikasi penerimaan uang terkait dengan pembahasan anggaran APBDP 2015. Berdasarkan meterangan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, diduga ada penggunaan istilah uang ‘Pokir’ (Pokok Pikiran) agar proses pembahasan APBD-P tersebut berjalan lancar.

  1. ‎Akan ada tersangka baru?
Empat Politisi Cantik dan Empat Politisi Tampan Ini Siap Digilir KPK
Ilustrasi KPK (Istimewa)

Teka teki itu masih menjadi pertanyaan dari banyak kalangan. Karena proses penyidikan yang berlangsung di Kota Malang berlangsung cukup lama. Namun pihak KPK sampai saat ini belum dapat memastikan, apakah ada penerima lain dalam kasus korupsi yang didalami tersebut. Karena menurut Febri, tim penyidik masih akan terus mendalami kasus tersebut.

Itulah sederet dari beberapa fakta pengungkapan tindak korupsi yang ada di Kota Malang. Sampai dengan saat ini, pemanggilan terhadap beberapa saksi pun masih terus berlanjut. Pemeriksaan berlangsung di Aula Polresta Malang sejak pagi hingga sore hari.

Di hari pertama pemeriksaan periode dua yang dilaksanakan sejak Rabu (18/10) kemarin, ada 10 saksi yang diperiksa KPK. Sembilan diantaranya merupakan anggota DPRD Kota Malang, dan sisanya merupakan pejabat di lingkungan pemerintah Kota Malang periode 2015.

Ke-10 saksi yang diperiksa itu adalah anggota DPRD Kota Malang, Ribut Harianto, Subur Triono, M. Zainudin, Wiwik Hendri Astuti, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Sahrawi, Mohan Katelu, Abdul Hakim, dan Sekertaris Daerah Kota Malang periode tahun 2015, Cipto Wiyono. (Pit/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here