PDAM Kota Malang Macet Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya
Illustrasi Air Bersih @ PDAM

MALANGTODAY.NET – PDAM Kabupaten Malang dengan tegas menyampaikan, PDAM Kota Malang belum melunasi tanggungan biaya operasional air bersih yang seharusnya sudah dibayarkan. Tak tanggung-tanggung, nominal yang belum terbayarkan itu mencapai Rp 3,7 miliar.

Sehingga, secara bertahap air bersih dari Sumber Pitu yang dimanfaatkan untuk warga kota bagian selatan secara berkala dikurangi. Karena pihak Kabupaten Malang juga merasa sudah melakukan pemberitahuan secara lisan ataupun tertulis kepada PDAM Kota Malang.

BACA JUGA: PDAM Kota Malang Ngemplang Biaya Operasional Sumber Pitu 3 Miliar

Menanggapi tudingan itu, Direktur Utama PDAM Kota Malang, Jemianto memilih tak banyak berkomentar. Dia hanya menyampaikan jika saat ini ia harus berkoordinasi terlebih dulu dengan berbagai pihak.

“Saya nggak mau komentar banyak, karena itu tidak berdasar, dan saya nggak mau memperkeruh suasana,” terang Jemi ketika disinggung terkait pernyataan pihak Kabupaten yang menyatakan jika PDAM Kota Malang belum membayar biaya operasional sebesar Rp 3,7 Miliar.

Menurutnya, pihak Kota Malang dan Kabupaten Malang akan kembali melakukan pertemuan pada Selasa (7/11) besok. Sehingga ia meminta awak media untuk bersabar menunggu hasil keputusan rapat koordinasi yang akan dilakukan pada esok hari.

“Saya harus berkoordinasi dulu, besok saja ya,” pungkas pria berkacamata itu.

BACA JUGA: Terkait Kisruh Air Bersih, PDAM Kota Malang Konsultasi ke Kementerian PUPR

Sementara itu, konflik yang tak kunjung selesai dan membuat warga Kota Malang kesulitan air bersih selama satu minggu ini pun sangat disayangkan oleh warga dan pelanggan PDAM Kota Malang.

Salah satunya disampaikan warga Simpang Kepuh, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Fajar Agastya. Dia sangat menyayangkan, karena dalam satu pekan ini tak ada pemberitahuan dari PDAM terkait kemacetan air.

“Padahal pelanggan PDAM ketika telat membayar langsung diputus salurannya. Ini ada masalah dan tidak ada pemberitahuan,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, dia pun menilai jika PDAM Kota Malang terkesan tidak memikirkan dampak yang dialami masyarakat. Padahal, selama sepekan ini ia dan keluarga harus mondar mandir ke rumah orangtuanya untuk kebutuhan air bersih.

“Ini tadi nandon air hujan untuk digunakan mencuci piring, bukan untuk konsumsi dan mandi,” pungkas pria yang akrab disapa Aga itu.(pit/zuk)

BACA JUGA: PDAM Kabupaten Malang Bakal Revisi Perjanjian Kerjasama 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda