Dishub Kota Malang Tampik Adanya Persetujuan Penghapusan Angkutan Online
Ilustrasi Grab Taxi @MalangTODAY.net/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Kusnadi tidak membenarkan adanya persetujuan penghapusan angkutan online.

Hal ini disampaikan setelah adanya pernyataan dari sopir angkot yang diumumkan di depan Stasiun Kota Baru pada sekitar pukul 12.00 WIB.

“Nggak ada, yang berani membuat pernyataan itu saya, bukan Pak Walikota,” katanya pada Media, Kamis (9/3).

Dishub Kota Malang Tampik Adanya Persetujuan Penghapusan Angkutan Online
Kadishub Kota Malang, Kusnadi (Pipit Anggraeni)

Menurutnya, para sopir angkot terus mendesak Walikota Malang untuk membuat pernyataan agar operasional transportasi berbasis online tidak dilakukan di kota pendidikan ini.

Permintaan tersebut tidak bisa langsung disetujui karena memang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jadi pak Wali itu tadi diminta membuat surat pernyataan agar Go-Jek dan transportasi online tak beroperasi di Kota Malang. Tapi nggak bisa, karena masyarakat masih banyak yang membutuhkan itu,” tegasnya.

Sementara surat pernyataan yang dibuatnya itu pada prinsipnya sesuai dengan hasil kesepakatan yang telah dilakukan pada mediasi sebelumnya. Di mana di dalamnya ada tiga poin penting, yang salah satunya menyebutkan bahwa angkutan berbasis online sifatnya adalah ilegal.

Kemudian kedua, lanjutnya, Dishub Kota Malang dan Dishub Provinsi beserta jajaran Kepolisian akan melakukan operasi gabungan guna mengamankan transportasi berbasis online.

“Terakhir akan segera melakukan penindaklanjutan terkait Go-Jek ke Kementerian Perhubungan yang rencananya akan dilakukan Senin besok,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

1 COMMENT

  1. Pemerinta kota seharusnya memberikan penilaian terhadap transportasi online. biaya jangan terlalu murah tarifnya supaya penumpang juga bisa memilih pakai angkotan kota yang murah atau transportasi online yg agak mahal…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here