Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah saat ditemui media (istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah saat ditemui media (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Sebanyak 237 tenaga guru baru diangkat oleh Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) untuk mengabdikan diri di lingkungan kerjanya. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah, akan memonitor langsung kinerja para guru tersebut.

“Sesuai pengarahan BKD, nanti langsung ke lokasi tugas sesuai dengan SK masing-masing. Kami akan memantau apakah guru tersebut sesuai dengan posisinya,” ucapnya saat ditemui di Gedung Student Center SMKN 2 Malang, Jumat (8/3/2019).

Baca Juga  Gubes UIN Malang Kena 'Janji Manis', Buntut Kasus Rommy?

Dia berharap para guru tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini disebabkan mereka sudah menerima gaji bulan ini. “Karena sudah menerima gaji, jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melaksanakan tugas,” jelasnya.

Para guru tersebut akan mengabdikan diri di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Sekarang yang sudah ada itu 237, banyak yang di SD, kalau SMP hanya sedikit,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku masih membutuhkan tenaga guru, utamanya guru kelas, mengingat jumlah kelompok belajar di sekolah-sekolah masih banyak.

“Memang yang sekarang itu guru kelas, yang banyak itu SD. Selain lembaga, juga rombongan belajar yang banyak, tidak hanya 1, tapi bisa 2 dan 3. Itulah kenapa jumlah guru masih kurang,” jelasnya

Dia juga menjelaskan terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sudah mendaftar pun belum memenuhi kuota. Menurutnya, dari kuota 200, yang terpenuhi hanya 101. Tentu hal ini banyak faktor yang memengaruhinya.

“Ya mereka ada yang ikut CPNS, ada yang meninggal, macem-macem. Rata-rata mereka, kan, sudah hampir 50-an, bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Baca Juga  Menengok Peluang Industri Rangkai Bunga dalam Ekonomi Kreatif

Sementara Wali Kota Malang, H. Sutiaji membenarkan hal tersebut. Meskipun sudah diangkat sebanyak 279 tenaga baru, baik guru maupun nonguru, tetapi untuk guru dan kesehatan terus berkurang.

“Kalau dihitung sampai 2021 itu ada 400-an tenaga guru yang pensiun. Artinya ini terus berkurang. Memang guru dan kesehatan itu terus-menerus berkurang,” ucapnya.

Namun, dirinya bersyukur dengan jumlah 237 tenaga guru baru ini. “Paling tidak, mudah-mudahan ini menjadi semangat kami untuk juga menambah,” tandasnya. (BAS/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.