Ilustrasi gantung diri (Istimewa)
Ilustrasi gantung diri (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Abdul Mutollep warga RT1 RW 2, Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo ini ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 2 siang hari Senin (4/2/2019) di kamarnya.

Motif sementara yang didapat, korban melakukan gantung diri lantaran mengidap depresi. “Memang pasien ini sempat kita rawat 10 hari dengan diagnosa gampang cemas, sulit tidur. Begitu stabil kita turunkan ke blok, jadi data sendiri tanggal 31 januari kita turunkan dari klinik kesehatan.” ujar Dokter LapasLowokwaru, M. Adib.

Korban mendekam di lapas lantaran terjerat kasus perlindungan anak dan diputus kurungan  7 tahun subsider 4 bulan.

Saat ditemukan, korban gantung diri saat pembagian makan siang. Saat itu korban tak kunjung mengambil jatah makannya, sehingga petugas lapas menghampiri kamarnya untuk mengecek dan ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Jadi begini, kemarin waktu kita mindah Napi ini dari probolinggo anak ini teriak-teriak, indikasinya stress, terus dari blok 16 kita pindahkan ke blok 12 kamar 16, baru dapat seminggu. Tadi siang pas cek fisik hunian, dia masih nyaut ‘saya pak’ gitu. Waktu pembagian makan sore jam 2 dikasih makan dari dinas kok ndak diambil2, dan bloknya atas nama pak suyatno cek ke dalam. gataunya sudah dalam posisi tergantung” ujarnya

Kepala Kemanan Lapas, Giyono menuturkan korban menggunakan selimut untuk mengakhiri hidup. Saat korban mendekam di Lapas Lowokwaru keluarga korban tidak pernah datang menjenguknya. Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak polisi setempat. (Nab/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.