Dalam Sepuluh Bulan, BNN Kota Malang Temukan 200 Kasus
Hasil operasi BNN Kota Malang. (ist)

MALANGTODAY.NET – Kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Malang masih cukup tinggi. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), selama 10 bulan terhitung sejak Januari hingga Septemper 2017 sudah ada sebanyak 200 kasus.

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto mengungkapkan, dari keseluruhan kasus tersebut masih belu ditemukan adanya narkoba jenis baru.

“Dari semua kasus itu, trio maut yang mendominasi. Ganja, sabu-sabu dan ekstasi. Jenis lain belum terdeteksi,” ungkapnya kepada awak media, Senin (30/10).

Meski begitu, pihaknya tetap akan mewaspadai peredaran narkoba jenis baru yang terkadang sulit untuk dideteksi. Seperti ditemukannya keripik jamur tahi sapi di wilayah Jawa Barat yang dapat menimbulkan halusinasi pada penggunanya. “Belum ada narkoba jenis baru disini, tapi kemunculannya harus tetap diwaspadai,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya selalu bekerja sama dengan unit Reskoba Polres Malang Kota untuk memberantas peredaran barang haram tersebut. Disamping fokus pada pencegahan dan penyuluhan terkait narkoba terutama di kalangan pemuda dan anak di bawah umur.

“Dari kerja sama itu, sudah 250 lebih pelaku kami tangkap,” pungkasnya.

Sebab menurutnya, narkoba saat ini  sudah menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia. “Penjara dimana-mana penuh gara-gara napi narkoba,” tambahnya.

Saat ini, BNN Kota Malang juga gencar melakukan sidak ke beberapa lokasi seperti tempat karaoke dan cafe. “Rokok elektrik atau vapor juga kita waspadai, karena terkadang mengandung zat berbahaya,” pungkasnya. (Yog/Ind)

Loading...