Curah Hujan Tinggi, Beberapa Wilayah Kabupaten Malang Terendam Banjir
Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung pasca tergenang banjir (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Intensitas hujan yang meninggkat di awal bulan November membuat wilayah Malang Raya diguyur hujan dari sedang hingga lebat. Akibatnya beberapa titik, terlebih di beberapa desa di Kabupaten Malang terendam oleh banjir.

Mudji Utomo, selaku Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang mengatakan, ada beberapa titik yang selalu terdampak banjir saat musim penghujan. Yakni Kecamatan Kasembon, Wagir, Pakis, Tirtoyudo, Gedangan, Sumberpucung, Pakisaji, Kepanjen dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Baca Juga: Budidayakan Edelweis, Dua Desa Penyangga TNBTS Jadi Alternatif Wisata

“Untuk yang paling parah terjadi Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumawe. Di mana wilayah itu menjadi daerah terdampak banjir paling parah setiap memasuki curah hujan tinggi,” terangnya.

Hal tersebut juga terjadi di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, warga sekitar disibukkan dengan genangan banjir dikarenakan hujan deras yang membuat lima rumah warga di RT 33 RW 06 Dusun Mbodo, dan fasilitas umum seperti Jalan Raya Sumber Pucung yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar terendam air. Selain itu areal persawahan milik warga pun tergenang banjir.

Priyanto, selaku ketua RT.33, RW.06, dusun setempat mengatakan, setiap memasuki musim penghujan wilayahnya selalu tergenang banjir, apalagi pada Kamis (8/11/2018) kemarin terjadi hujan deras yang mengakibatkan lima rumah warga tergenang setinggi 40 cm, dan fasilitas umum seperti jalan raya setinggi 15 cm, serta 15 hektar sawah terendam oleh air.

“Sudah dua tahun ini setiap musim penghujan tempat kami terdampak banjir. Itu karena adanya pembangunan Dam untuk irigasi di Sungai Mbodo sejak 2017 lalu. Di mana pembangunan di lakukan oleh Dinas Pengairan Pusat. Karena wilayah masuk areal jalan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Anak Asuhnya diambil Timnas, Milan Bangga

Menurut Priyanto, pembangunan tersebut sebenarnya ditujukan untuk menanggulangi erosi pada sisi sungai Mbodo. Akan tetapi, disaat musim hujan, air dari sungai malah meluap dan ke pemukiman, fasum dan lahan pertanian warga.

“Kami telah menyampaikan kepada Pemerintah Desa Ngebruk agar dibikinkan sudetan atau membangun gorong-gorong baru untuk memecah air yang meluap dari sungai Mbodo,” pungkasnya.


Reporter: Fajar Kurniawan
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...