Cari Solusi Saat Banjir, Paslon SAE Tinjau Bantaran Kali Amprong
Paslon SAE saat melakukan pninjauan di Kali Amprong (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Pasangan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang,  Sutiaji-Edi (SAE), dalam agenda kampanyenya menyempatkan untuk meninjau kondisi infrastruktur di bantaran Kali Amprong, Rolak Indah, Kedungkandang belum lama ini. Peninjauan dilakukan untuk mencari solusi penanganan banjir yang sering terjadi saat musim hujan.

Dalam kunjungannya, Sutiaji juga bermusyawarah dan berdialog dengan warga setempat, sekaligus menyosialisasikan tahapan Pilkada dan menjelaskan Tri Prasetya sebagai unggulan program SAE yang akan dijadikan panduan bila mereka terpilih dalam Pilkada 27 Juni 2018.

Baca Juga: Terkait Tembakan Gas Air Mata, Sudah Sesuai Aturan?

Banjir yang sering melanda daerah ini saat hujan turun antara lain akibat meluapnya air Kali Amprong yang meluber akibat pendangkalan yang terjadi dan kondisi bantaran kali yang tidak bebas dari hunian warga.

Banjir memang menjadi salah satu biang masalah di Kota Malang dua tahun terakhir ini, bukan hanya melanda perkampungan padat penduduk, melainkan juga ruas-ruas jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah.

Secara intens, Sutiaji dan Edi meninjau kampung dan bantaran kali Amprong bersama dengan para tetua warga, serta mencoba korelasikan dengan Tri Prasetya sehingga bila saatnya tiba kelak, pembenahan infrastruktur di sepanjang Kali Amprong dapat dilakukan secara komprehensif, untuk mengatasi banjir dan memperbaiki tata ruang wilayah di sepanjang Kali Amprong.

Baca Juga: Ada Bahasa Indonesia, Kenapa Papan Pengumuman Masih Menggunakan Bahasa Asing?

“Menata Kali Amprong perlu perencanaan matang meibatkan para ahli. Boleh jadi bertahap. Misalnya, dengan membuat plengsengan lebih dulu. Dan yang paling penting adalah kesadaran warga setempat untuk paham lingkungan dan ikut serta menjadi bagian dari solusi”, demikian Sutiaji.

Pada kesempatan ini Sutiaji-Edi juga meninjau pembangunan Masjid Baitur Rohmah yang sebelumnya berupa musholla.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...