Pelaksana Teknis Kepala BPIP, Prof Dr Hariyono Mpd (kanan) saat menerima cinderamata dari Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang@Ramat Mashudi Prayoga/MalangTODDAY.net

MALANGTODAY.NET – Pemilu seharusnya merupakan proses untuk memilih pejabat politik yang lebih baik. Bukan dijadikan ajang untuk memecah bangsa.

Hal itu dituturkan Pelaksana Teknis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Dr Hariyono Mpd usai kegiatan seminar nasional pemantapan Pancasila dalam NKRI di Universitas Wisnuwardhana Malang, Sabtu (6/4/2019).

“Ini semua kan harus kita kembalikan ke nilai-nilai Pancasila, bahwa Pemilu merupakan konsekuensi dari negara kita yang mengakui kedaulatan rakyat, yaitu demokrasi. Sehingga Pemilu itu untuk memilih pejabat politik yang lebih baik. Bukan untuk memecah belah bangsa kita,” ujar Hariyono.

Ditambahkannya, penyelenggara negara masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengembalikan nilai luhur Pancasila.

“Pemimpin yang baik di Indonesia bukan pemimpin yang suka berdebat. Tapi pemimpin yang bisa melayani, berdialog, mendengar suara rakyat. Nah ini kan yang harus kita kembalikan. Jadi intinya Pancasila sebagai ideologi perlu dirawat, perlu disosialisasikan terus, karena ideologi dan kehidupan itu bisa hilang,” sambungnya.

Lebih jauh, Hariyono menuturkan, Indonesia harus berkaca kepada negara yang telah mengalami perpecahan akibat tidak menjalankan ideologi dengan baik.

“Kita bisa belajar kasus Uni Soviet. Negara super power saja bisa hancur, Yugoslavia bisa hancur dari dalam, Russia, Suriah dan seterusnya. Kita ingin gak, negara kita hancur seperti mereka? Tentunya tidak. Nah jawaban tidak itu tentu harus kita kembalikan, ya kita kembali ke Pancasila. Sehingga, Pancasila sebagai meja statis, sebagai pemersatu bangsa. Tanpa bersatu, kita tidak bisa berdiskusi seperti ini, adanya perang,” tukasnya. (Dhi/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.