Brigjen (purn) Soetjipto bersama Tinton Soeprapto (Yoga)
Brigjen (purn) Soetjipto bersama Tinton Soeprapto (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Para veteran sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Paling tidak, mereka diakui keberadaannya sebagai pejuang dan memiliki Piagam Satyalencana Perintis Kemerdekaan.

Yayasan Pembela Tanah Air (Yapeta) secara berkala telah banyak membantu para pejuang veteran untuk memperoleh piagam tersebut. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para veteran dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Umum Yapeta, Tinton Soeprapto mengatakan bahwa proses memperoleh piagam Satyalencana tersebut memang harus melalui proses yang panjang. Diantaranya harus diseminarkan dengan menghadirkan sejumlah sejarahwan dari berbagai universitas, sebelum nantinya dapat pengakuan dari presiden.

Selain itu, jelas Tinton yang juga mantan pembalap nasional ini, para calon peroleh Piagam Satyalencana Perintis Kemerdekaan tersebut harus mendapatkan pengakuan dari pelaku sejarahnya. Untuk itu, pada Senin (15/4) sore, salah satu pelaku sejarah yang juga Ketua PETA Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) H. A Soetjipto Kertodjojo menandatangani piagam untuk sejumlah mantan Tentara PETA dikediamannya di Jalan Cakalang no.1, Kota Malang.

“Kalau tanpa tanda tangan Pak Cip (sapaan akrab Soetjipto), tidak bisa dapat piagam. Persyaratan untuk mendapat pengakuan, harus disaksikan pelaku yang tahu soal sejarah dan diseminarkan. Baru mendapat tanda tangan dan juga pengakuan dari presiden,” ucapnya saat ditemui dalam acara Penandatanganan Piagam Mantan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA)

Lanjut Tinton, piagam yang ditandatangani tersebut diantaranya untuk Mayjen TNI (purn) Musannif Ryacudu yang merupakan ayah kandung dari Menteri Pertahanan RI, Jenderal (purn) Ryamizad Ryacudu dan Jenderal (purn) Achmad Tahir yang tak lain adalah mertua dari Anggota Wantimpres, Jenderal (purn) Agum Gumelar.

“Yang sudah mendapat piagam ada sekitar 58 orang. Yang terakhir adalah Letkol Edi Sukardi, yang merupakan pejuang Bojangkokosan,” lanjutnya.

Tinton juga sempat menceritakan sepak-terjang Brigjen (Purn) Soetjipto. Dia mengatakan bahwa Brigjen (Purn) Soetjipto dulunya pernah menjadi Kasdam V Brawijaya, Kasdam di Sulawesi Selatan, dan Kepala Staf Kowilham yang membawahi sampai ke Irian (Papua).

Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) H. A Soetjipto Kertodjojo menambahkan, sebagai perintis kemerdekaan, hal tersebut merupakan piagam terakhir yang ia tanda tangani. Jika memang ada usulan baru, lebih cepat diajukan bisa lebih baik. “Saya tidak bisa bicara banyak, mungkin ini tanda tangan saya yang terakhir untuk para perintis kemerdekaan. Itu saja,” ucapnya. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.