Foto : Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri saat memberikan pemaparan kepada awak media (yoga)

MALANGTODAY.NET – Perusahaan pialang berjangka, PT Bestprofit Futures (BPF) Malang, optimistis akan meraih pertumbuhan sekitar 20% di tahun 2019, baik dari sisi total volume transaksi dan jumlah nasabah baru.

Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri mengatakan bahwa optimisme ini tak terlepas dari banyaknya masyarakat yang sudah mengetahui informasi tentang peluang bisnis perdagangan berjangka komoditi ini.
Terbukti, pertumbuhan volume transaksi dari tahun ke tahun sejak BPF hadir di Malang tahun 2009, selalu mengalami peningkatan.

“BPF Malang ini merupakan salah satu kantor cabang dengan kinerja terbaik. Hingga akhir tahun 2018, total volume transaksi untuk BPF Malang mencapai 53.507 lot atau meningkat 71,03 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk jumlah nasabah baru, mengalami pertumbuhan sebesar 28,18 persen menjadi 141 nasabah,” kata Andri disela – sela acara pembagian santunan kepada 31 anak yatim piatu
dalam rangka ulang tahun BPF yang ke -10, Sabtu (11/5/2019).

Berdasarkan laporan hasil kinerja PT BPF secara nasional pada kuartal pertama tahun 2019, lanjut dia, mengalami pertumbuhan signifikan. Total nasabah baru BPF naik 10,19% menjadi 627 nasabah baru. Sementara total volume transaksi sepanjang Januari hingga Maret 2019 sebanyak 269,880 lot atau meningkat 34,49% dari kuartal pertama tahun 2018 sebesar 200,676 lot.

“Ini tandanya industri perdagangan berjangka banyak diminati,” paparnya di kantor PT BPF Malang, Jalan Letjen S. Parman No 59, Kota Malang.

Andri menyebutkan bahwa saat ini pengetahuan mengenai perdagangan berjangka komoditi ini masih didominasi pada kalangan pengusaha. Sementara untuk generasi milenial, masih minim pemahaman.

“Fokus target nasabah masih dari segmen kelas atas, dan mahasiswa menjadi sasaran Perseroan untuk edukasi sebagai generasi nasabah baru berikutnya dan regenerasi Sumber Daya Manusia di industri Perdagangan Berjangka Komoditi,” sebutnya.

Terkait transaksi produk emas yang masih banyak diminati, jelas Andri, karena faktor pemahaman dimana emas lebih diketahui bentuknya. “Meskipun secara teknik, mekanisme perdagangan, hingga trading, antara komoditas emas dan komoditas lain semuanya sama persis,” jelas dia.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.