Tempat Nongkrong Asyik di Malang Raya dan Sekitarnya
Kawasan Stasiun Kota Baru (Pipit Anggraeni)
MALANGTODAY.NET – Rencana penataan bangunan Stasiun Kota Baru oleh PT Kereta Api mendapat berbagai tanggapan dari para penyewa bangunan di sekitar stasiun. Meskipun mereka tidak menolak adanya pembenahan, tapi penentuan tarif sewa yang belum jelas, nampaknya menjadi problem yang belum terselesaikan.

Ketua Paguyuban Penyewa Lahan PT KAI  Jl. Trunojoyo Utara, M.S Alhaidary mengatakan, sejak dua tahun terakhir, tarif sewa bangunan dari PT KAI untuk para penyewa belum ditentukan. Namun, secara tiba-tiba, pihak kereta api memberitahukan bahwa akan ada penataan ruang di area stasiun. Sehingga, penyewa pun diminta membuat sebuah kesepakatan baru dengan tarif sewa yang jauh berbeda.

“Kalau diminta untuk melakukan penataan, kami semua pasti bersedia kok. Bahkan, ada yang sudah menertibkan PKL di depan bangunan yang disewa. Ada juga yang bersedia menampung parkir. Karena alasan utama PT KAI itu kan urgentnya lahan parkir,” katanya beberapa saat lalu.

Karena titik terang terkait tarif sewa belum jelas, lanjutnya, maka para penyewa saat ini lebih konsentrasi pada kejelasan penentuan tarif. Mereka berharap, PT KAI segera menuntaskan dan memberi kejelasan kepada para Penyewa, sebelum membahas lebih ulang rencana penataan ruang Stasiun Kota Baru.

“Kami sadar betul, bahwa lahan yang kami tempati ini milik KAI. Jadi kami akan membayar kewajiban kami,” tambahnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini proses negoisasi masih dilakukan. Karena sebelumnya, PT KAI juga sudah mengajak para penyewa berdialog dengan menggandeng pihak ke tiga. Sebelumnya, pihak ke tiga sebagai mitra penataan sempat menawarkan kesepakatan kepada penyewa terkait besaran tarif sewa.

Menurutnya, besaran sewa yang disampaikan saat itu sebesar Rp 210 ribu per meter, setiap bulannya. Pedagang pun merasa sangat keberatan dan menolak penawaran tersebut. Namun sebelum ditentukan keputusannya, pihak ke tiga tersebut pun memilih mundur dan sampai sekarang belum lagi ada kejelasan lain.

Tak hanya itu, lanjut Haidary, keesepakatan lain yang pernah ditawarkan adalah besaran sewa senilai Rp 11 ribu per meter setiap bulannya. Penawaran ini nampaknya mendapat lampu hijau, tapi masih juga belum ditetapkan sampai dengan sekarang.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.