Berinvestasi Mulai dari Rp 10 Ribu Saja, Mungkinkah?
Business Development Manager Bukalapak, Gahayu Handari (kanan) dan Bussiness Alliance PT CIMB, Julie Rahmawati ketika berbincang santai dengan awak media (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Mendengar kata investasi, tentu kita membayangkan sebuah angka dengan nominal yang besar ya guys. Bisa dimulai dari angka ratusan ribu bahkan sampai miliaran atau triliunan rupiah. Tapi apa pendapatmu jika berinvestasi bisa dimulai hanya dengan Rp 10 ribu saja?

Business Development Manager Bukalapak, Gahayu Handari menyampaikan, skema berinvestasi yang dimulai dengan Rp 10 ribu itu memang mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Salah satunya melalui investasi reksa dana yang memang belum terlalu banyak dikenal masyarakat secara umum.

“Resiko dari investasi ini sangat kecil, tapi peluangnya lumayan besar. Maka kami mencoba untuk mengajak masyarakat lebih mengenalnya lagi,” katanya pada wartawan baru-baru ini.

Secara nasional, menurutnya data investasi di Indonesia lumayan besar. Namun jika dibandingkan dengan total penduduk, jumlah masyarakat yang mengenal dunia investasi masih sangat sedikit.

Sementara khusus untuk fitur reksa dana online Bukalapak atau BukaReksa yang diluncurkan sejak Januari 2017, sampai Oktober 2017 menurutnya sudah menarik 50 ribu investor. Sampai akhir Desember, dia pun optimis dapat meraih 65 ribu investor.

Total, di Malang sendiri investor yang sudah tercatat masih 500 orang saja. Sehingga, Kota Malang pun menjadi salah satu jujakan dalam program roadshow edukasi BukaReksa. Selain kota-kota lain seperti Medan, Palembang, dan Makasar.

“Malang sendiri potensinya sangat besar, sehingga kami pilih,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kota Malang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Selain itu, jumlah pelapaknya pun lumayan besar. Namun sayangnya memang belum terlalu banyak yang memanfaatkan program terbaru tersebut.

“Skema investasi secara online ini memang baru yang pertama,” ujarnya.

Sementara itu, Bussiness Alliance PT CIMB, Julie Rahmawati menambahkan, minat masyarakat Indonesia terhadap skema investasi reksa dana memang sudah mulai mengalami peningkatan. Sehingga, ia pun memilih Bukalapak sebagai rekan untuk mengedukasi masyarakat terkait produk investasi dan jenis resikonya.

“Terlebih Bukalapak sudah memiliki jaringan yang luas, dan ini juga strategi kami untuk memperkenalkan produk secara luas,” urainya.

Saat ini, BukaReksa sendiri masih belum hadir dalam aplikasi mobile Bukalapak, dan baru dapat dimanfaatkan melalui mesin pencarian. Rencananya, fitur tersebut akan masuk dalam aplikasi mobile dalam waktu dekat. (Pit/end)

Loading...