para peserta Duta Pangan Kota Malang @sem

MALANGTODAY.NET – Gelaran yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang ini, Duta Pangan dan Putra-putri Gemarikan Kota Malang tahun 2017 disambut baik oleh peserta dari berbagai kalangan pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

Salah satu tanggapan positif disampaikan oleh mahasiswa jurusan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nidia Karunia Aisyah. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya gelaran yang pertama kali digelar ini membantunya mempelajari kondisi masyarakat sekitar khususnya terkait ketahanan pangan.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bagus ya, selain menambah pengetahuan kami sebagai peserta, kegiatan ini juga mendekatkan kami dengan lingkungan sekitar. Jadi kami dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat Malang seperti apa,” kata wanita yang akrab disapa Nidia ini, Sabtu (12/8).

BACA JUGA: Pertama Kali Digelar, Duta Pangan Support Program Pemerintah

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa  dengan adanya kegiatan tersebut membantunya dalam melihat potensi yang ada dalam masyarakat khususnya dalam hal potensi dalam bidang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Malang saat ini semakin padat penduduknya, ini akan berpenaruh pada berkurangnya lahan pertanian karena digunakan untuk pemukiman. Saya baru menyadari saat diadakannya kegiatan ini (pemilihan duta) bahwa pekarangan rumah sebenarnya dapat digunakan sebagai sarana menjaga ketahanan pangan kita,” katanya.

“Kalau melakukan penyuluhan tentang KRPL, saya yakin dari pekarangan akan hasilkan sayuran dan buah-buah, ataupun hasil lainnya,” imbuhnya lagi.

Selain Nindia, ada pula peserta lain yang menanggapi secara positif gelaran tersebut. Dia adalah  Dana Nila Reza, mahasiswi asal Universitas Negeri Malang (UM).

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini, bagi saya kegiatan ini memotivasi dan menggerakan anak muda untuk selalu peduli dengan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di wilayah Malang,” kata wanita jurusan seni desain tersebut.

Ditambah lagi lanjutnya, dalam gelaran tersebut peserta tidak semata-mata mendaftar namun ada pembekalan materi yang diberikan langsung oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan kota Malang.

“Kita diberi materi pembekalan tentang bagaimana kondisi pangan wilayah Malang saat ini. Dari situ saya tahu bahwa kekurangan pangan biasanya terjadi karena masyarakat belum bisa memaksimalkan lahan yang ada, dan cendrung bergantung pada beras,” ucap Dana.

Melihat akan kondisi tersebut, ia menjelaskan bahwa masyarakat seharusnya mampu untuk memanfaatkan makanan yang sifatnya non-beras, seperti jagung, ubi-ubian atau makan pengganti beras lainnya.(sem/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here