Begini Perjuangan Arek Malang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Sekertaris DPC LVRI Kota Malang, Moedji (kiri) dan Soeharto saat usai menghadiri peringatan upacara Hari Pahlawan di Balaikota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Peringatan Hari Pahlawan yang selalu jatuh pada 10 November tentu memiliki sejuta makna. Karena di hari itu, jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia selalu diingat.

Tanpa kecuali para pahlawan yang telah berjibaku dengan pertumpahan darah dalam mempertahankan kemerdekaan arek-arek Malang. Kita harus tahu, bahwa Malang juga menjadi salah satu saksi akan proses mempertahankan kemerdekaan hingga saat ini.

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan Pahlawan Trip, Hamid Rusdi, hingga Pasukan Hizbullah ya guys. Mereka itu lah beberapa tokoh dan kelompok perjuangan yang sampai saat ini juga diabadikan melalui berbagai monumen.

Tapi tahu nggak sih kalian bagaimana perjuangan mereka selama mempertahankan Indonesia?

Pagi ini, MalangTODAY pun berkesempatan berbincang dengan para veteran di Kota Malang. Diwakili Sekertaris DPC LVRI Kota Malang, Moedji, sejarah singkat perjuangan arek-arek Malang itu pun ia sampaikan dengan gamblang.

Pria ramah itu memulai ceritanya dengan proses perjuangan Agresi Militer pertama pada tahun 1947. Dimana saat itu, Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia menyerang berbagai wilayah. Berjalan dari arah Surabaya, pasukan Belanda memasuki Malang dari daerah Lawang.

“Saat itu, tentara pelajar Indonesia atau TRIP yang menghadang mereka,” katanya.

Namun saat itu, menurutnya para tentara TRIP sempat kalah dan akhirnya merangsek masuk ke daerah pertahanan yang saat ini berada di kawasan Ijen, tepatnya makam pahlawan TRIP. Tak lama, Belanda pun memasuki kawasan tersebut dan para pemuda TRIP tak gentar dan tak mau mundur.

Para tentara muda itu, lanjutnya, telah bersumpah akan tetap hidup atau mati di kawasan tersebut. Karena mereka merasa itu adalah hari kemerdekaan yang sama sekali tidak dapat diserahkan begitu saja kepada pihak Belanda.

“Dan saat itu, sekitar 37 pemuda kita gugur dan dikuburkan di satu lobang yang sama, di Makam Pahlawan TRIP,” tambahnya lagi.

Bahkan sebelumnya, sederet pejuang menurutnya juga telah membumi hanguskan ribuan gedung strategis yang ada di Malang. Hal itu dilakukan agar Belanda tak dapat menguasai setiap aset yang ada.

Namun karena kekuatan Belanda yang sangat besar dengan persenjataan lengkap, maka saat itu para pahlawan asli Malang pun gugur dalam perjuangannya. Bahkan Belanda dengan sangat keji melakukan aksi pembunuhan terhadap para tentara dan pelajar yang berjuang bersama..

Selain Pahlawan TRIP, Pasukan Hizbullah dan pasukan yang dipimpin Hamid Rusdi menurutnya juga memiliki pengaruh sangat besar dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, utamanya Kota Malang.

Untuk Hamid Rusdi sendiri, menurutnya telah memimpin pasukan tentara di kawasan Bunul Kota Malang. Pemimpin militer yang sangat disegani itu berjuang dalam Agresi Militer ke dua.

Saat itu, menurutnya Hamid Rusdi berjuang untuk melawan para tentara Belanda, sama halnya dengan yang dilakukan oleh TRIP dan Pasukan Hizbullah.

“Hamid Rusdi itu adalah pimpinan pejuang kota Malang yang domisilinya di sekitar lapangan Rampal,” jelasnya lagi.

Meskipun saat itu seluruh pahlawan gugur, namun keinginan Belanda untuk menduduki Indonesia, khususnya Kota Malang akhirnya dapat digagalkan. Seluruh rakyat Indonesia yang berjuang melawan Belanda berhasil memukul mundur Belanda dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia hingga sekarang.

Melihat begitu besar perjuangan yang telah dilakukan oleh pada pejuang, pria ramah itu pun berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia, utamanya para pemuda untuk dapat lebih memaknai Hari Pahlawan itu sendiri. Karena begitu banyak perjuangan yang telah dilakukan yang wajib dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Anak muda wajib tahu, bagaimana perjuangan para pahlawannya,” pungkasnya. (Pit/end)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda